Evaluasi Program Sawah Pokok Murah, Bupati Agam Rumuskan Solusi Krisis Iklim
Bukittinggi, AyoSumbar.id – Pemkab Agam melakukan rapat evaluasi program Sawah Pokok Murah (SPM), di Mess Pemkab Agam, Belakang Balok, Bukittinggi, kemarin. Rapat itu dipimpin langsung Bupati Agam, H Benni Warlis.
Program Sawah Pokok Murah merupakan inisiatif strategis Pemkab Agam untuk menjamin ketersediaan beras murah bagi masyarakat, terutama di saat harga pangan cenderung fluktuatif dan musim kemarau berkepanjangan mengancam produktivitas pertanian.
Rapat evaluasi ini ditujukan untuk menelaah efektivitas pelaksanaan program di berbagai nagari dan kecamatan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arif Restu, dalam pemaparannya mengungkapkan tantangan besar di lapangan akibat dampak kemarau panjang.
“Beberapa nagari yang menjalankan program SPM menghadapi kesulitan serius dalam pengairan. Lahan sawah banyak yang mengering, dan ini berdampak signifikan pada hasil panen,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Benni Warlis menegaskan pentingnya langkah adaptif dan inovatif guna menjaga keberlangsungan program. Ia menekankan bahwa pengelolaan air yang efisien dan pemanfaatan teknologi pertanian adaptif menjadi kunci untuk mengatasi hambatan iklim.
“Kita tidak bisa hanya pasrah terhadap cuaca. Program ini sangat vital dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Kita akan terus mendorong pelaksanaannya di seluruh nagari, dengan pendekatan yang lebih responsif terhadap kondisi lapangan,” jelasnya.
Diskusi berlanjut secara interaktif dengan melibatkan berbagai pihak, membahas strategi tanam, distribusi benih, pendampingan petani, serta mekanisme pembiayaan.
Sejumlah usulan mengemuka dalam evaluasi program Sawah Pokok Murah itu. Di antaranya terkait pengembangan sistem pertanian terpadu, optimalisasi embung, dan pelatihan pertanian berbasis iklim.
Potensi kolaborasi lintas sektor juga disorot, termasuk peran Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), penyuluh lapangan, dan keterlibatan aktif kelompok tani dalam menjaga keberlanjutan program.
Benni mengapresiasi semangat kolaboratif para peserta dan menegaskan bahwa hasil evaluasi program Sawah Pokok Murah tersebut, akan menjadi dasar untuk merumuskan langkah lanjutan yang lebih efektif.
“Sinergi lintas sektor sangat penting. Dengan gotong royong dan koordinasi yang baik, saya optimis kita bisa menjawab tantangan iklim dan membangun sistem pertanian yang lebih tangguh,” tegasnya.
Melalui evaluasi program Sawah Pokok Murah ini, Pemkab Agam berupaya memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah secara menyeluruh—dengan mengedepankan efisiensi, keberlanjutan, dan kemandirian petani di tengah kondisi alam yang kian tidak menentu. (*)
