AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
3,283 view

Grand Final Cik Uniang Cik Ajo 2026, Afdhal dan Nia Raih Gelar Utama

Ilustrasi interaktif yang memberikan perspektif baru tentang Cik Uniang Cik Ajo 2026.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis didampingi Ketua TP-PKK Padang Pariaman menyerahkan hadiah kepada pemenang Cik Uniang dan Cik Ajo 2026 di Hall IKK Parik Malintang. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Malam puncak Cik Uniang Cik Ajo 2026 digelar di Hall IKK Parik Malintang, Kamis (13/8/2026), sekaligus menetapkan Afdhal Winandra dan Nia Imelda Putri sebagai duta pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Padang Pariaman.

Grand final menjadi tahap akhir setelah seluruh finalis mengikuti proses seleksi, pembekalan, hingga karantina. Pada malam penentuan itu, para peserta memperlihatkan kemampuan, wawasan, kreativitas, serta kepedulian terhadap pariwisata dan kebudayaan Padang Pariaman.

Bupati Padang Pariaman,  John Kenedy Azis (JKA), memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pemilihan tersebut. Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada para finalis yang telah menjalani seluruh tahapan dengan disiplin dan semangat.

Menurut JKA, ajang Cik Uniang dan Cik Ajo memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mencari figur yang menarik dan mampu tampil di hadapan publik. Pemilihan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kreatif, komunikatif, sekaligus memiliki kecintaan terhadap daerah. “Seorang duta harus mampu menjadi representasi dan wajah Padang Pariaman,” tegas Bupati.

Bupati menyebut Padang Pariaman memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari wisata bahari dan alam, budaya serta adat, kuliner, seni, nagari wisata hingga berbagai kegiatan daerah. Letaknya sebagai salah satu pintu gerbang Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau juga dinilai menjadi peluang untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Potensi tersebut, kata JKA, harus dikelola agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Potensi harus kita kelola, potensi harus kita promosikan, dan potensi harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Cik Uniang dan Cik Ajo yang terpilih diharapkan mampu berperan sebagai penghubung untuk memperkenalkan Padang Pariaman kepada masyarakat luas. Mereka juga diminta memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk mengenalkan destinasi wisata, kebudayaan, UMKM, serta produk ekonomi kreatif daerah.

JKA menekankan bahwa tugas para duta justru dimulai setelah grand final berakhir. Mereka diharapkan tidak sebatas hadir pada acara seremonial, tetapi turut membangun kolaborasi bersama pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan generasi muda.

“Jangan hanya menjadi duta yang mempromosikan Padang Pariaman, tetapi jadilah duta yang mampu membuat orang ingin datang, tinggal lebih lama dan kembali lagi ke Padang Pariaman,” pesannya.

Kepada para finalis yang belum memperoleh mahkota, Bupati meminta mereka tetap melanjutkan karya dan kontribusi bagi daerah. Ia menilai pencapaian tidak hanya ditentukan oleh gelar yang diraih pada malam pemilihan.

“Jangan pernah berhenti bermimpi hanya karena malam ini tidak mendapatkan mahkota. Prestasi terbesar bukan hanya ketika kita mendapatkan gelar, tetapi ketika keberadaan kita mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” katanya.

Mahkota Cik Uniang dan Cik Ajo, lanjut JKA, bukan sekadar tanda kemenangan. Gelar tersebut membawa amanah untuk menjaga nama baik daerah, mengenalkan potensi Padang Pariaman, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Kita ingin generasi muda Padang Pariaman tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan,” tegasnya.

Bupati berharap pemilihan ini menghasilkan duta muda yang mampu membawa pariwisata dan ekonomi kreatif Padang Pariaman semakin dikenal, baik di tingkat Sumatera Barat maupun nasional hingga internasional.

“Mari kita jadikan pariwisata bukan sekadar tempat untuk dikunjungi, tetapi menjadi pengalaman yang dikenang. Mari kita jadikan ekonomi kreatif bukan sekadar karya, tetapi menjadi sumber penghidupan. Dan mari kita jadikan Cik Uniang dan Cik Ajo bukan sekadar gelar, tetapi sebuah amanah untuk mengharumkan nama Padang Pariaman,” pungkasnya.

Hasil penilaian dewan juri menempatkan Afdhal Winandra dari Kecamatan 2×11 Enam Lingkung sebagai Cik Ajo Padang Pariaman 2026. Sementara itu, Nia Imelda Putri dari Kecamatan Nan Sabaris ditetapkan sebagai Cik Uniang Padang Pariaman 2026.

Posisi Wakil I Cik Ajo diraih Ananta Dana Fatsyah dari Enam Lingkung, sedangkan Wakil I Cik Uniang diberikan kepada Mestye Nabila dari Batang Anai. Wakil II Cik Ajo diraih Chaisey Ahmat Sutra dari Enam Lingkung dan Wakil II Cik Uniang diraih Nazylla Reva Lyando dari 2×11 Enam Lingkung.

Sejumlah penghargaan khusus juga diberikan. Cik Ajo Entrepreneurship diraih Aldaury Moudatul Mukminin dari 2×11 Kayu Tanam, sedangkan Cik Uniang Entrepreneurship diberikan kepada Sri Mutia Milani dari Lubuk Alung.

Kategori Cik Ajo Berbakat diraih Alfitra Rizaldi dari Enam Lingkung dan Cik Uniang Berbakat diraih Aisyah Mardini dari Enam Lingkung. Untuk kategori favorit, Cik Ajo Favourite diberikan kepada Iqbal Fauzan dari Lubuk Alung, sementara Cik Uniang Favourite diraih Nia Imelda Putri dari Nan Sabaris.

Malam grand final tersebut turut dihadiri staf ahli, kepala perangkat daerah, Ketua TP-PKK, Ketua DWP, camat dan wali nagari, tokoh masyarakat, tokoh adat, insan pariwisata dan ekonomi kreatif, dewan juri, panitia, sponsor, serta orang tua para finalis.

Seluruh pemenang diharapkan menjalankan amanah sebagai duta dengan aktif memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Padang Pariaman di berbagai tingkatan. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version