AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik

Harmoni dalam Keberagaman, Akulturasi Budaya Jadi Kekuatan Sosial di Sangir Balai Janggo

Akulturasi budaya di SBJ salah satunya kegiatan kuda kepang yang digelar oleh berbagai suku yang ada di daerah tersebut. Ardi/TimAs
Akulturasi budaya di SBJ salah satunya kegiatan kuda kepang yang digelar oleh berbagai suku yang ada di daerah tersebut. Ardi/TimAs

 

Solok Selatan,Ayosumbar.id — Keberagaman etnis di Kecamatan Sangir Balai Janggo (SBJ), Kabupaten Solok Selatan, tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan yang mempererat persaudaraan melalui proses akulturasi budaya. Hal ini diungkapkan Camat Sangir Balai Janggo, Muslim, Jumat (31/7/2026) di SBJ.

 

Ia menyebut, perjumpaan berbagai tradisi berlangsung secara alami, melahirkan kehidupan sosial yang harmonis tanpa mengikis jati diri budaya masing-masing.

 

Akulturasi kata Muslim, merupakan proses pertemuan dua budaya atau lebih yang saling mempengaruhi. Dalam proses tersebut, unsur budaya dari luar diterima, dipelajari, dan disesuaikan dengan budaya setempat tanpa menghilangkan nilai-nilai asli yang telah diwariskan secara turun-temurun. Perpaduan ini justru memperkaya khazanah budaya masyarakat.

 

Fenomena tersebut sebutnya, tampak nyata dalam aktivitas kesenian di Sangir Balai Janggo. Latihan Kuda Kepang yang rutin digelar di kawasan Mercu tidak hanya diikuti masyarakat keturunan Jawa. Sejumlah warga asli Minangkabau hingga masyarakat Batak asal Sumatera Utara juga turut ambil bagian mempelajari seni tradisional tersebut dengan penuh semangat.

 

Di sisi lain, suasana serupa juga terlihat setiap malam Minggu di Jorong Taratak. Kegiatan latihan Randai, yang merupakan seni tradisi khas Minangkabau, diikuti peserta dari berbagai latar belakang etnis.

 

“Warga Jawa, Batak, maupun Minangkabau berlatih bersama, menunjukkan bahwa seni budaya mampu menjadi ruang pertemuan yang melampaui perbedaan suku,” tuturnya.

 

Muslim mengatakan, keikutsertaan masyarakat lintas etnis dalam berbagai kegiatan seni menjadi bukti bahwa budaya dapat menjadi jembatan pemersatu. Nilai gotong royong, saling menghormati, dan kebersamaan tumbuh seiring proses belajar dan berkarya bersama.

 

Dengan komposisi masyarakat yang multietnis, Kecamatan Sangir Balai Janggo memiliki kekayaan budaya yang patut dijaga dan dikembangkan.

 

“Keberagaman yang dirawat melalui seni dan tradisi tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa perbedaan mampu melahirkan harmoni serta memperkaya kehidupan bermasyarakat di SBJ,” jelasnya. (adi)

Avatar of Arditono
Arditono
Penulis
Exit mobile version