AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,016 view

HJK ke-357 Dorong Penataan Kota Tua dan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Padang Barat

Ilustrasi yang membantu memahami konteks HJK ke-357.
Kecamatan Padang Barat mendorong penataan Kota Tua sebagai lokasi utama peringatan HJK ke-357. (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, AyoSumbar.id – HJK ke-357 menjadi momentum yang dimanfaatkan Pemerintah Kecamatan Padang Barat untuk mempercepat penataan kawasan Kota Tua sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Berbagai persiapan mulai dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada pedagang hingga sinkronisasi pembangunan infrastruktur di lokasi kegiatan.

Camat Padang Barat, Diko Riva Utama, mengatakan pihaknya bersama seluruh kelurahan akan segera menyosialisasikan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Padang kepada pedagang dan pemilik bangunan yang beraktivitas di kawasan Kota Tua, terutama pada titik-titik yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara.

Menurut Diko, langkah tersebut akan berjalan beriringan dengan percepatan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang, termasuk penataan trotoar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang dan pemilik bangunan di kawasan Kota Tua. Bersamaan dengan itu, akan ada percepatan pembangunan, termasuk penataan trotoar untuk mendukung program Wali Kota dan pelaksanaan HJK Padang,” ujar Diko.

Selain mempersiapkan infrastruktur untuk HJK ke-357, Kecamatan Padang Barat juga terus mendorong pengembangan Pasar Tanah Kongsi sebagai pusat living heritage gastronomy market. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang pelestarian warisan budaya hidup yang memadukan aktivitas perdagangan, kuliner, dan interaksi sosial masyarakat multietnis.

Pengembangan kawasan itu juga diarahkan untuk mendukung Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang yang menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Padang dalam penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Diko menjelaskan, penyelenggaraan HJK selama ini terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Berdasarkan pengalaman pelaksanaan kegiatan di kawasan Siti Nurbaya pada tahun-tahun sebelumnya, perputaran uang yang dinikmati pelaku UMKM hampir mencapai Rp500 juta.

Ia optimistis konsep baru yang disiapkan pada HJK ke-357 akan menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi berbagai sektor usaha di kawasan Batang Arau.

“Melihat pengalaman sebelumnya, perputaran uang untuk UMKM saja hampir mencapai Rp500 juta. Dengan konsep baru yang disiapkan tahun ini, kami optimistis dampaknya akan lebih luas bagi pedagang, rumah makan, restoran, hingga penginapan di kawasan Batang Arau,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, pelaksanaan HJK tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda perayaan tahunan. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat identitas kawasan Kota Tua serta menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (*)

Avatar of TimAS
TimAS
Penulis
Exit mobile version