AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
15,064 view

Inflasi Sumbar Agustus 2025 Tembus 2,89 Persen

Foto yang menangkap momen emosional dalam berita tentang Padang.
Info grafis inflasi Sumbar Agustus 2025 menunjukkan terjadinya peningkatan secara month-to-month, year-to-date, ataupun year-on-year. (Grafis: BPS Sumbar)

Padang, AyoSumbar.id – Inflasi Sumbar Agustus 2025 mencapai 2,89 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,67. Angka ini menandai adanya kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran rumah tangga di Sumatera Barat. Kabupaten Pasaman Barat mencatat inflasi tertinggi di provinsi ini sebesar 3,96 persen, sedangkan Kota Padang menjadi wilayah dengan inflasi terendah sebesar 2,53 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Sugeng Arianto, mengatakan inflasi tahunan kali ini sebagian besar dipengaruhi kenaikan harga bahan makanan, tembakau, pendidikan, dan perawatan pribadi. “Perubahan harga barang dan jasa sepanjang Agustus menunjukkan tekanan inflasi masih ada di komoditas pangan, sementara kelompok jasa perawatan pribadi turut menyumbang signifikan,” ujarnya dikutip Rabu (3/9/2025).

Laporan BPS merinci, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi Sumbar Agustus 2025 tertinggi, yakni 9,27 persen. Kenaikan harga emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar, diikuti produk perawatan harian seperti sabun dan pasta gigi.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau berada di urutan kedua dengan inflasi 4,37 persen. Lonjakan harga bawang merah memberi andil terbesar 0,52 persen terhadap inflasi Sumbar Agustus 2025. Komoditas lain seperti santan segar, daging ayam ras, minyak goreng, dan rokok juga memperkuat tekanan harga.

Kelompok pendidikan mengalami inflasi 3,32 persen, dipicu kenaikan biaya pendidikan tinggi, sekolah dasar, hingga bimbingan belajar. Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mencatat deflasi 0,18 persen, salah satunya karena penurunan harga telepon seluler.

Perbandingan Antarwilayah dan Pergerakan Bulanan

Pemantauan di empat kota Indeks Harga Konsumen (IHK) menunjukkan inflasi bervariasi. Kabupaten Dharmasraya mencatat inflasi 3,42 persen dengan IHK 110,88, Kota Bukittinggi 2,75 persen dengan IHK 109,11, dan Kota Padang 2,53 persen dengan IHK 109,16.

Jika dilihat secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Sumbar mencatat inflasi 0,52 persen, sementara inflasi kumulatif Januari–Agustus 2025 (year-to-date/y-to-d) mencapai 2,59 persen. Angka ini menunjukkan tren kenaikan yang lebih tinggi dibanding periode sama 2024, di mana inflasi tahunan tercatat 2,22 persen.

Komoditas Penyumbang Inflasi Sumbar Agustus 2025

Selain bawang merah, komoditas yang mendorong inflasi adalah emas perhiasan, mobil, sigaret kretek mesin (SKM), kontrak rumah, tomat, hingga nasi dengan lauk di rumah makan. Di sisi lain, cabai merah, kentang, bensin, dan cabai rawit memberikan tekanan deflasi, sehingga meredam laju inflasi lebih tinggi.

Sugeng menegaskan, data inflasi Sumbar Agustus 2025 penting sebagai acuan dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. “Informasi inflasi menjadi dasar bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan langkah antisipasi terhadap tekanan harga,” katanya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version