AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
7,371 view

Isu Penggerebekan di Rumah Kadis Dibantah Kadus dan Ketua Pemuda

Gambar yang memberikan gambaran menyeluruh tentang Penggerebekan.
Kepala Dusun Dodi Borman didampingi Ketua Pemuda Akhir, saat diwawancarai awak media di salah satu kafe di Nagari Gadua, Selasa (4/8/2026). (Foto: TimAS)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Isu penggerebekan rumah salah seorang Kepala Dinas di Padang Pariaman akhirnya mendapat titik terang. Hal ini setelah dua tokoh masyarkat di tempat tinggi kepada dinas tersebut. Yakni Kepala Dusun (Kadus) dan Ketua Pemuda setempat. Keduanya menyampaikan klarifikasi kepada awak media dalam jumpa pers di salah satu kafe di Nagari Gadua, Kecamatan Anam Lingkuang, Selasa (4/8/2026).

“Jadi tidak pernah ada yang namanya penggerebekan di rumah salah seorang warga kami itu,” tegas Dodi Borman selaku kepala dusun setempat dalam jumpa pers itu.

Dodi juga menegaskan bahwa dirinya tidak berada di lokasi pada malam itu. Namun, ia mengetahui isu penggerebekan dari media sosial saja. “Sedangkan saya tanya ke ketua pemuda, tidak ada penggerebekan. Saat itu ketua pemuda hanya memperingati terkait batas jam bertamu kepada warga itu. Hanya itu saja, tidak ada gaduh apapu,” sambung Dodi didampingi Akhir selaku ketua pemuda.

Akhir pun membenarkan. Ia bahkan mengaku heran kenapa sampai berkembang isu penggerebekan. Padahal, ia sama sekali tidak melakukan penggerebekan. “Malam itu saya dan dua pemuda datang ke rumah warga itu di hanya memberitahukan. Bukan melakukan penggerebekan. Dan warga itu memahaminya lalu meminta tamunya pulang,” jelasnya.

Ia mengatakan, pemberitahuan itu disampaikannya lantaran ada warga yang melapor bahwa rumah warganya itu ada pria yang yang bertamu. Sedangkan hari sudah larut malam. “Saat saya datang, laki-laki itu berada di rumah tamu. Ternyata laki-laki itu sopirnya. Saya tidak tahu apakah dia bertamu, atau memang sepulang dari luar mengantarkan majikannya itu. Sebab dia sopirnya,” ulas Akhir.

Kendati begitu, bagi Akhir jumpa pers terpaksa ia lakukan lantarab sudah berkembangnya isu liar di media sosial. Hal itu sangat disayangkannya lantaran membuat gaduh masyarakat di lingkungannya. “Di tempat kami suasana tenang-tenang saja. Kenapa justru kondisi di luar yang gaduh. Padahal, kami yang tahu bagaimana faktanya,” ulasnya.

Untuk itu, Akhir berharap kepada awak media agar membantu menyampaikan apa yang dia jelaskan kepada publik. Sebab, secara sosial dia merasa disalahkan lantaran merebaknya isu miring menyangkut warganya yang tak lain salah seorang pejabat di Padang Pariaman.

“Kalau sampai ke hukum pun, saya tetap siap bersaksi tidak ada terjadi apa-apa pada warfa kami itu. Memang, kesalahannya saat itu ada tamu lewat jam malam. Tapi itu kan sopirnya. Kita tidak dapat memastikan ia bertamu atau singgah sejenak sepulang mengantar atasannya bekerja,” tukasnya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version