AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,072 view

JKA: Program Makan Bergizi Gratis Upaya Pemulihan Gizi Masyarakat Pascabencana

Infografis yang memberikan data statistik terkini tentang Program Makan Bergizi Gratis.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, yakin Program Makan Bergizi Gratis dalam memenuhi gizi masyarakat pascabenacana. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penguat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui integrasi dengan ekonomi kerakyatan. Kegiatan ini berlangsung di Hall IKK Parik Malintang, Kamis (23/04/2026).

Acara tersebut dihadiri Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional Tengku Syahdana beserta jajaran, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA), Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Pj Sekretaris Daerah Hendra Aswara, serta unsur perangkat daerah dan undangan lainnya. Kegiatan diawali dengan penampilan tari daerah yang menambah semarak suasana.

Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki peran strategis dalam pemulihan masyarakat terdampak bencana.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program sosial, tetapi upaya pemulihan gizi masyarakat pascabencana, penguatan ketahanan pangan lokal, sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan. Di sinilah sinergi yang kita bangun hari ini,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal dalam pelaksanaan program tersebut. Bahan pangan, kata dia, harus berasal dari petani dan nelayan setempat, sementara proses pengolahan melibatkan pelaku UMKM dan koperasi.

“Dengan pendekatan ini, program tidak hanya memberikan manfaat gizi, tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Sementara itu, Tengku Syahdana menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi di masyarakat. Ia menjelaskan komposisi penggunaan anggaran program yang sebagian besar kembali ke masyarakat.

“Sebanyak 70 persen anggaran digunakan untuk belanja bahan pokok, 20 persen untuk operasional, dan 10 persen untuk pengembalian investasi. Artinya, sekitar 90 persen dana kembali beredar di masyarakat. Ini merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara SPPG dan para pemasok sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program.

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat dampak Program Makan Bergizi Gratis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi lokal di Padang Pariaman dan sekitarnya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of TimAS
Putri Maharani
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version