AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
889 view

Kasus TBC di Padang Capai 2.705, Baru 55,8 Persen Terdeteksi

Dokumentasi visual terkait isu penting Kasus TBC di Padang.
Wawako Padang, Maigus Nasir, saat memberikan sambutan tentang pentingnya peran kader dalam penanggulangan TBC di Kota Padang, dalam peringatan Hari Paru Sedunia 2026 di Gedung Bagindo Aziz Chan. (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, AyoSumbar.id – Kasus TBC di Padang menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang dalam Peringatan Hari Paru Sedunia di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Sabtu (26/09/2026). Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengajak kader TP-PKK memperkuat peran mereka dalam percepatan penanggulangan tuberkulosis di Padang.

Peringatan Hari Paru Sedunia 2026 mengusung tema A Lifetime of Lung Health atau Kesehatan Paru Sepanjang Hayat. Subtema yang diangkat adalah Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis (TBC).

Maigus mengatakan TBC masih membutuhkan penanganan secara bersama. Pemerintah Kota Padang pun menjalankan sejumlah langkah, termasuk membentuk Kelurahan Siaga TBC dan melakukan penjaringan melalui Active Case Finding (ACF).

Berdasarkan estimasi 2026, terdapat 4.847 kasus TBC di Padang. Hingga 15 September 2026, sebanyak 2.705 kasus telah ditemukan atau mencapai 55,8 persen dari estimasi tersebut dan tersebar di seluruh kecamatan.

Upaya menemukan penderita juga diperkuat melalui skrining aktif di masyarakat. Program itu dilakukan pemerintah pusat melalui tracing TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Untuk meningkatkan penemuan kasus, pemerintah pusat saat ini melakukan skrining TBC secara aktif di masyarakat melalui kegiatan tracing TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG),” ujar Maigus Nasir, Wakil Wali Kota Padang.

“Kota Padang mendapatkan kegiatan pada 242 lokus dengan waktu pelaksanaan sampai November 2026. Saat ini sudah dilakukan tracing tuberkulosis di Padang pada 115 lokus dengan sasaran 11.500 orang,” sambungnya.

Data pengobatan juga menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Pada 2025, keberhasilan pengobatan TBC di Kota Padang mencapai 90,5 persen.

Pada periode yang sama, pasien yang putus berobat tercatat 4,3 persen. Pasien meninggal mencapai 3,8 persen, gagal pengobatan 0,1 persen, sedangkan pasien yang tidak dapat dilacak sebesar 1,3 persen.

Maigus meminta kader PKK bersama petugas kesehatan mengambil peran dalam pendampingan masyarakat. Menurut dia, kader perlu membantu memberikan edukasi sekaligus mengurangi ketakutan dan stigma yang masih berkaitan dengan TBC.

Peringatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran, Ketua II TP-PKK Kota Padang Nova Raju Minropa, Kepala Dinas P3AP2KB Bobby Firman, para camat se-Kota Padang, serta pengurus TP-PKK tingkat kota dan kecamatan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan talkshow dan Lomba Penyuluh TBC. Forum itu sekaligus menjadi ruang penguatan peran kader dalam mendukung penanggulangan tuberkulosis di Padang di lingkungan masyarakat.

Dian Puspita Fadly Amran menilai jaringan kader TP-PKK menjadi salah satu kekuatan dalam upaya tersebut. Jaringan itu menjangkau tingkat kelurahan, RW, RT, kelompok dasawisma, hingga keluarga.

“Kader tidak menggantikan peran dokter atau tenaga kesehatan. Namun, kader dapat menjadi mata dan telinga di tengah masyarakat untuk mengenali gejala, mendorong pemeriksaan, membantu penelusuran kontak, dan mendampingi pasien agar tidak berhenti berobat,” tutup Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran.

Dengan jaringan tersebut, kader TP-PKK didorong untuk membantu petugas kesehatan menjangkau masyarakat, terutama dalam mengenali gejala, mendorong pemeriksaan, serta mendampingi pasien selama menjalani pengobatan. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Aris Prima Gunawan
Aprizal Noer
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version