AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
27,657 view

Kebakaran di Nagari Kudu Gantiang Hanguskan 10 Rumah, Penyebab dalam Penyelidikan

Ilustrasi berita yang menggambarkan reaksi publik terhadap Kebakaran di Nagari Kudu Gantiang,Kebakaran di Kampuang Balai Duo.
Rumah warga yang terbakar di Kampuang Balai Duo, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Selasa (11/3/2025) siang. (Foto: Tangkap layar video warga)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Kebakaran di Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, membuat panik warga sekitarnya, Selasa (11/3/2025). Pasalnya, dominan rumah di sekitar lokasi kebakaran berjenis semi permanen. Alhasil, sekitar 10 rumah warga dilalap api.

“Kerugian akibat kebakaran di Nagari Kudu Gantiang ini diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Kapolsek V Koto Kampung Dalam, Iptu Aldika.

Kebakaran di Kampuang Balai Duo Nagari Kudu Gantiang tersebut, diketahui terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Seorang saksi mata yang tengah bekerja di sekitar lokasi melihat api sudah membakar lantai dua salah satu rumah.

Panik melihat kobaran api yang dengan cepat membesar, saksi langsung berteriak sehingga para penghuni rumah segera menyelamatkan diri. Warga sekitar pun bergerak cepat membantu upaya pemadaman serta mengevakuasi barang-barang berharga milik korban.

Tim pemadam kebakaran yang menerima laporan segera dikerahkan ke lokasi. Setidaknya beberapa unit mobil pemadam dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.30 WIB setelah upaya keras petugas dan warga.

Sebagian besar rumah yang terbakar merupakan bangunan semi permanen dengan dua lantai, di mana lantai atas yang mayoritas terbuat dari kayu menjadi bagian yang paling terdampak.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak api melalap lantai dua hingga menyisakan puing-puing hangus.

Heri Martoni, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian, mengungkapkan kepanikannya saat api mulai menyebar.

“Kebakaran ini terjadi begitu cepat. Kami hanya bisa berusaha menyelamatkan barang-barang penting sambil menunggu bantuan. Situasinya benar-benar mencekam,” tuturnya.

Menurutnya, akses jalan yang sempit sempat menjadi kendala bagi tim pemadam kebakaran dalam mencapai lokasi. “Petugas berupaya semaksimal mungkin, tetapi keterbatasan akses dan alat pemadam menjadi tantangan serius dalam memadamkan api,” tambahnya.

Tim pemadam bersama relawan terus bekerja keras untuk memastikan kebakaran di Nagari Kudu Gantiang tidak meluas ke permukiman lain. Pihak berwenang juga tengah berkoordinasi agar respons darurat dapat lebih cepat dan optimal di masa mendatang.

“Kami berharap bantuan bisa segera disalurkan secara maksimal sehingga dampak kerugian bisa diminimalisir,” ucap Heri.

Akibat kebakaran ini, puluhan warga kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sejumlah relawan telah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan dan air minum bagi para korban.

Meski hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa, warga tetap dihantui kekhawatiran. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran di Nagari Kudu Gantiang masih dalam penyelidikan.

Aparat kepolisian bersama tim pemadam kebakaran di Nagari Kudu Gantiang tengah melakukan pemeriksaan mendalam di lokasi guna memastikan faktor utama yang memicu peristiwa tragis ini. (*)


Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aprizal Noer
Putri Maharani
Penulis
Aprizal Noer
Editor
Exit mobile version