AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
1,561 view

Kejar Target UHC 98 Persen, Pemkab Padang Pariaman Tambah Subsidi Rp5 M

Kondisi lapangan terbaru yang berhubungan dengan Kejar target UHC.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis memimpin Rapat Koordinasi UHC bersama BPJS Kesehatan, Senin (27/7/2026). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus berupaya kejar target UHC (Universal Health Coverage) hingga 98 persen melalui penguatan kepesertaan aktif BPJS Kesehatan. Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi UHC bersama BPJS Kesehatan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Senin (27/7/2026).

Rapat tersebut dipimpin Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Penjabat Sekretaris Daerah Hendra Aswara. Pertemuan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial P3A, Kepala BPKD, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Dukcapil, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sekretaris Bappelitbangda, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang Meri Lestari beserta jajaran turut hadir dalam rapat tersebut. Ia memaparkan kondisi kepesertaan JKN di Kabupaten Padang Pariaman yang masih menghadapi sejumlah tantangan.

Meri menyebut cakupan UHC Kabupaten Padang Pariaman saat ini baru mencapai 85,39 persen. Angka itu masih berada di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 98 persen.

Menurut Meri, persoalan yang harus diselesaikan tidak sebatas menambah jumlah peserta baru. Pemerintah daerah juga perlu memastikan kepesertaan yang sudah terdaftar tetap berada dalam status aktif.

“Saat ini tingkat keaktifan peserta JKN di Padang Pariaman baru mencapai 62,68 persen. Masih terdapat 171.861 jiwa yang belum menjadi peserta JKN atau status kepesertaannya tidak aktif,” jelas Meri.

Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya kepesertaan aktif adalah tunggakan iuran peserta PBPU Mandiri. Nilai tunggakan tersebut tercatat mencapai Rp43,93 miliar.

Selain persoalan tunggakan, jumlah peserta PBI Jaminan Kesehatan yang dinonaktifkan dalam dua tahun terakhir juga menjadi perhatian. Pada 2025, sebanyak 18.182 peserta tercatat dinonaktifkan, sedangkan hingga Mei 2026 jumlah peserta yang dinonaktifkan mencapai 29.109 orang.

Rapat koordinasi itu juga membahas validasi serta pemanfaatan data peserta PBI yang berstatus nonaktif. Upaya tersebut diarahkan agar pemberian bantuan dapat lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

BPJS Kesehatan turut menyampaikan sejumlah strategi untuk mempercepat pencapaian UHC 98 persen. Strategi tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui perangkat daerah terkait.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis meminta seluruh organisasi perangkat daerah yang berkaitan dengan program tersebut memperkuat kerja bersama. Ia menekankan pentingnya kolaborasi hingga tingkat nagari untuk meningkatkan cakupan dan keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas PMD harus berkolaborasi sampai ke tingkat nagari untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif,” tegas Bupati.

John Kenedy Azis juga menginstruksikan agar peserta yang status kepesertaannya tidak aktif segera direaktivasi. Sementara masyarakat yang masih memiliki tunggakan iuran didorong untuk kembali melanjutkan pembayaran.

Ia menilai jaminan kesehatan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama ketika membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan.

Dari sisi dukungan anggaran, Pemkab Padang Pariaman menambah subsidi UHC yang bersumber dari APBD sebesar Rp5 miliar. Penambahan itu membuat total anggaran subsidi UHC pada 2026 naik dari sebelumnya Rp16 miliar menjadi Rp21 miliar.

Tambahan anggaran tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan persentase kepesertaan aktif masyarakat. Dengan demikian, Kabupaten Padang Pariaman dapat semakin mendekati target UHC sebesar 98 persen.

Upaya sosialisasi juga menjadi bagian dari strategi percepatan. Bupati mengarahkan seluruh puskesmas dan pemerintah nagari memasang baliho serta spanduk dengan desain seragam untuk mengajak masyarakat mengaktifkan kepesertaan sekaligus membayar iuran BPJS Kesehatan.

Pada akhir rapat, John Kenedy Azis meminta seluruh perangkat daerah terkait segera menjalankan hasil koordinasi yang telah disepakati. Ia menargetkan progres yang jelas sudah terlihat dalam satu bulan berikutnya sebelum dilakukan evaluasi bersama.

“Target kita jelas, masyarakat Padang Pariaman harus terlindungi jaminan kesehatannya. Mari kita bergerak cepat agar UHC 98 persen dapat segera kita capai,” pungkasnya.

Langkah percepatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Padang Pariaman untuk kejar target UHC 98 persen, dengan fokus pada peningkatan kepesertaan aktif, reaktivasi peserta nonaktif, penyelesaian tunggakan, validasi data PBI, serta penguatan sosialisasi di tingkat puskesmas dan nagari. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version