AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
1,323 view

Kendalikan Inflasi, Pemkab Padang Pariaman Jaga Pasokan Pangan

Infografis yang merinci dampak ekonomi dari peristiwa Kendalikan inflasi.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Dillo, IKK Parik Malintang. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memperkuat langkah untuk kendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga demi melindungi daya beli masyarakat. Komitmen itu disampaikan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Dillo, Kawasan Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parik Malintang, Senin (27/7/2026).

Bupati mengatakan upaya pengendalian inflasi dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui sejumlah langkah strategis. Pemerintah daerah memantau harga kebutuhan pokok, menjaga ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi pangan, serta menggelar operasi pasar murah untuk mengantisipasi gejolak harga.

“Pengendalian inflasi merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pasokan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil,” ujar Bupati.

Upaya tersebut berlangsung di tengah kondisi inflasi Sumatera Barat yang berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) masih relatif terkendali. Pada Juni 2026, inflasi bulanan atau month to month (mtm) tercatat 0,50 persen, turun dari 0,90 persen pada bulan sebelumnya.

Untuk inflasi tahun kalender atau year to date (ytd), periode Januari-Juni 2026 tercatat sebesar 0,98 persen. Adapun inflasi tahunan atau year on year (yoy) berada pada angka 4,70 persen.

Tekanan dari kelompok volatile food atau pangan bergejolak juga menunjukkan perbaikan. Inflasi kelompok tersebut turun menjadi 0,56 persen (mtm) dari sebelumnya 2,47 persen.

Penurunan itu didorong oleh turunnya harga sejumlah komoditas strategis, di antaranya cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Secara akumulatif, komoditas tersebut bahkan mencatatkan deflasi sepanjang tahun berjalan.

Namun, tekanan inflasi bulanan masih berasal dari kelompok transportasi dan energi. Faktor yang memengaruhinya antara lain penyesuaian harga BBM non-subsidi, kenaikan tarif angkutan udara selama musim libur sekolah, serta meningkatnya harga LPG non-subsidi.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tetap optimistis tekanan inflasi dapat dikendalikan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Bank Indonesia, Bulog, dan seluruh anggota TPID.

Pemantauan harga secara berkala juga akan terus dilakukan. Pemerintah daerah memperkuat kerja sama antardaerah dalam distribusi pangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tersedia dengan harga yang wajar.

“Dengan sinergi yang kuat dan langkah-langkah yang terukur, kami optimistis inflasi di daerah dapat terus dikendalikan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan perekonomian Padang Pariaman semakin tumbuh,” tutup Bupati. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version