Ketua DPRD Sumbar Motivasi UMKM agar Tidak Hanya Fokus Strategi Bisnis
Padang, AyoSumbar.id – Ketua DPRD Sumbar motivasi UMKM untuk tidak hanya fokus pada strategi bisnis semata, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai religius sebagai fondasi dalam membangun usaha yang kuat dan berkelanjutan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pluzi Academy Angkatan IV di Aula PLUT KUMKM Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, baru-baru ini.
“Libatkan Allah dalam setiap langkah usaha. Mulailah dengan menjaga shalat tepat waktu, bangun di sepertiga malam, dan bentuk pola pikir yang positif sejak dini. Mentalitas ini adalah kekuatan utama pengusaha,” ujar Muhidi dikutip dari laman resmi DPRD Sumbar, kemarin.
Muhidi menekankan pentingnya membangun pola pikir visioner dan berjiwa sosial. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan dalam dunia usaha tidak bisa dilepaskan dari lingkungan yang mendukung dan relasi yang membangun.
“Bergaullah dengan orang-orang hebat, karena dari merekalah cara berpikir kita berkembang. Dan jangan lupa, pertolongan Allah selalu datang bagi mereka yang suka menolong sesama,” ucapnya penuh semangat.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPRD, Muhidi juga menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk terus mendukung kemajuan UMKM di Sumbar. Ia menjelaskan bahwa DPRD memiliki peran legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang semuanya dapat diarahkan untuk memperkuat pelaku usaha lokal.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, kami berupaya mengarahkan pokok-pokok pikiran (pokir) untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Sumbar, memperluas akses pembiayaan, dan mempermudah distribusi,” jelas Muhidi.
Dalam sesi diskusi, beberapa tantangan yang dihadapi UMKM di Sumbar juga mengemuka. Salah satunya adalah tingginya biaya bahan baku karena sebagian besar masih harus didatangkan dari Pulau Jawa. Hal ini berdampak pada meningkatnya ongkos produksi, terlebih minimnya industri pengolahan bahan baku lokal.
Rahmat Hidayat, seorang pelaku usaha kreatif, menuturkan bahwa bahan seperti styrofoam dan kemasan khusus lebih mudah dijangkau di Jawa. “Pasar dan produsen masih terkonsentrasi di sana. Akibatnya, biaya logistik kita jadi tinggi,” keluhnya.
Menanggapi hal tersebut, Muhidi mengajak pelaku UMKM di Sumbar untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi, baik antar sesama pelaku usaha maupun dengan investor potensial. Ia juga menyoroti pentingnya improvisasi model bisnis dan berbagi sumber daya secara kolektif.
“Kita harus mulai membangun usaha berbasis kebersamaan. Jika pelaku usaha saling bekerja sama dalam hal transportasi bahan baku maupun pemasaran, maka biaya produksi bisa ditekan,” tutup Muhidi.
Sebagai informasi, Pluzi Academy Angkatan IV diikuti oleh ratusan peserta dan akan berlangsung selama empat hari. Pelatihan ini dibagi menjadi dua tingkatan: dasar dan lanjutan.
Khusus untuk tingkat lanjutan, peserta akan dipandu untuk memetakan potensi usaha secara spesifik, sehingga pembinaan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran. (*)
