Wawancara dengan Aminuddin, Direktur Perumda Air Minum Tirta Anai Padang Pariaman
Kinerja Datangkan Banyak Berkah, Malah Sering Difitnah
Umumnya, kinerja bagus mendapat nilai plus. Namun tidak dengan Direktur Perumda Air Minum Tirta Anai Padang Pariaman, Aminuddin. Sejak menjabat 2017, ia mampu meningkatkan pelanggan hingga 28 ribu lebih, yang awalnya kurang dari 7 ribu. Angka yang benar-benar bombastis.
Namun entah kenapa, usaha Amin –sapaan Aminuddin– membuat perusahaan itu berkembang pesat, malah memancing para penghujat. Terbaru, ia difitnah telah menilap dana para pensiunan Perumda Air Minum Tirta Anai. Hatinya berkecamuk, bahkan hingga keluarganya di perantauan heboh. Sebab berita disebarkan secara masif ke mana-mana.
Kemarin, AyoSumbar.id menemui Aminuddin di ruang kerjanya. Kondisinya benar-benar tampak terpukul. Baginya, berita soal penggelapan dana pensiun, hoaks terpedih yang dilayangkan kepadanya. Apa sebenarnya yang terjadi? Berikut petikan wawancara dengan Aminuddin.
Bagaimana Pak Direktur, tampaknya kurang fit?
Bagaimana tidak, saya difitnah begitu kejam. Tidak hanya saya yang terpukul, tetapi keluarga juga. Anak saya di rantau menelpon, karena kaget membaca berita yang beredar. Mereka minta saya usut tuntas tuduhan tersebut, karena memalukan nama keluarga.
Kenapa tuduhan ini sampai muncul dari salah seorang pensiunan Perumda?
Saya tidak tahu pasti apa alasannya. Mungkin dia ada ketidaksukaan secara pribadi dengan saya. Tapi yang saya sayangkan, kenapa ini disebarkan ke publik tanpa diverifikasi bahkan tidak dikonfirmasi. Padahal, ini kan menyangkut nama baik saya dan keluarga serta perusahaan ini. Kalau direktur dituduh begitu, otomatis seluruh yang hidup dalam perusahaan ini dituduh juga.
Bagaimana sebenarnya mekanisme dana pensiunan Perumda Air Minum ini?
Rasanya, sudah lengkap apresiasi yang diatur perusahaan untuk pensiunannya. Ada dana pensiun, penghargaan berupa emas 24 karat seberat 5 emas (12,5 gram, Red), dan pesangon yang nilainya 6 bulan gaji kotor pensiunan tersebut.
Kalau begitu, kenapa sampai disebut hak pensiunan itu tidak dibayarkan?
Untuk dana pensiun, saya tidak mengetahuinya. Sebab dana itu setiap bulan disalurkan langsung oleh Dapenma Pamsi (Dana Pensiunan Bersama Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) ke rekening pensiunan terkait.
Artinya, tidak ada urusan Perumda Air Minum Tirta Anai menyangkut dana pensiunan. Ini masalahnya, saya malah dituduh memakan dana itu. Siapa yang tidak terpukul mendengar kabar seperti itu.
Bagaimana dengan apresiasi berupa emas dan pesangon?
Nah, itulah yang menjadi kewajiban Perumda. Dan itu kami salurkan sesuai dengan aturan dan mekamismenya. Lengkapnya, semua diatur dalam Surat Keputusan Direktur Nomor: 73/KPTS/PDAM.PD.PRM/XII-2017. Penyalurannya semua berjalan lancar. Tidak ada hak mereka itu yang kami tilap seperti yang dituduhakan tersebut. Semua jelas ada bukti penyerahannya.
Apakah surat ini diberitahukan kepada para pensiunan?
Ya. Masing-masing mereka memegang surat itu. Cuma saya heran, satu orang ini kenapa singkat betul berpikirnya. Bisa-bisanya sampai menuduh saya menilap uang pensiunan.

Jadi, apa yang salah dengan Pak Aminuddin sampai-sampai sering difitnah?
Saya tidak pula paham. Saya ini orang yang besar di kawasan pesisir. Besar pun suara ombak, hati kami tetap kecil. Tidak pernah rasanya saya buat masalah dengan orang. Apakah usaha saya dan teman-teman membuat PDAM hingga menjadi Perumda sekarang, sebuah kemunduran?
Apakah usaha kami meningkatkan pelanggan yang awalnya kurang dari 7 ribu, sekarang menjadi 28 ribu lebih pelanggan aktif itu salah? Sekarang kita pun sudah punya aset kendaraan lengkap. Begitupun alat operasional.
Apa semua itu memang berkat kinerja Pak Direktur?
Kalau saya ceritakan semua, sedih. Awal diamanahkan di sini saja, kas PDAM itu hanya Rp12 juta. Sedangkan gaji karyawan sekiat Rp200 juta. Komputer hanya satu. Kendaraan tidak ada. Coba bayangkan betapa memprihatinkan kondisi itu.
Hasil sekarang memang bukan kerja saya sendirian. Tapi kerja bersama kami membenahi Perumda Air Minum Tirta Anai Kabupaten Padang Pariaman ini.
Apa yang akan Pak Direktur lakukan menyikapi tuduhan ini?
Ya, saya tentunya konsultasi dulu dengan penasehat hukum Perumda Air Minum Tirta Anai. Beliau besok datang dari Jakarta. Yang jelas, saya pasti akan memilih sikap memaafkan. Sebab saya tidak ingin ada masalah yang mengganggu stabilitas kinerja karyawan Perumda.
Apakah ini sudah mengganggu stabilitas kerja Perumda Air Minum Tirta Anai?
Alhamdulillah sejauh ini kerja kita berjalan lancar. Bahkan, kita sudah siapkan seluruh dokumen presentasi dan usulan 2025 ini. Bagi saya, stabilitas perusahaan harus tetap terjaga meski berbagai fitnah dilayangkan ke saya.
Sebab, gaji karyawan Perumda Air Minum Tirta Anai ini tergantung pada stabilitas kerjanya. Kalau itu tidak dijaga dengan baik, pendapatan usaha menurun, muaranya tentu pada kesejahteraan karyawan juga.
Salah seorang pensiunan, Harimidi, turun menghubungi AyoSumbar.id, kemarin. Ia mengungkapkan keresahan terkait tuduhan penggelapan uang pensiunan itu. Bagaimana sebenarnya masalah pensiunan ini Pak Midi –sapaan Harimidi?
Uang pensiunan kami lancar setiap bulan dari Dapenma. Kalau soal apresiasi berupa emas dan pesangon itu kan sudah jelas aturannya. Semua sangat tergantung pada kondisi perusahaan. Mestinya kita yang sudah puluhan tahun bekerja di PDAM paham dengan itu.
Dan penghargaan serta pesangon itu sejauh ini berjalan penyalurannya. Dalam surat perusahaan juga sudah jelas, bahwa dari 12 pensiunan yang ada sekarang, akan diselesaikan haknya itu paling lambat tahun 2026. Kalau perusahaan stabil, itu pasti bisa lebih cepat selesainya.
Apa Pak Harimidi pernah berdiskusi dengan pensiunan lain terkait pesangon ini?
Tidak pernah. Apa yang mesti kami diskusikan. Sebab, kami paham. Itu yang menyebar fitnah orangnya memang begitu. Semua yang kerja di PDAM tahu siapa dia.
Sangat saya sayangkan, dia tega merusak nama tempat dia bergantung hidup puluhan tahun. Wajar juga kalau Pak Direktur sangat terpukul dengan fitnah itu. Kalau bisa, ambil saja langkah hukum yang tegas. (*)
- Ikuti update berita kami di Google Berita atau Facebook.
