AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
18,879 view

Korban Terseret Ombak di Pantai Tiku Ditemukan, Operasi SAR Dihentikan

Foto eksklusif yang menyoroti sisi lain dari kisah Korban terseret ombak di Pantai Tiku, wisatawan Pantai Tiku.
Proses pencarian dua remaja yang terseret ombak di Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara. (Foto: Kantor SAR Kelas A Padang)

Agam, AyoSumbar.id – Korban terseret ombak di Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, akhirnya ditemukan. Malangnya, wisatawan Pantai Tiku sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Dua remaja yang sempat dilaporkan hilang sejak Sabtu sore (12/4/2025), berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Minggu pagi (13/4/2025). Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian resmi dihentikan.

Peristiwa tragis ini terjadi di Ujung Tanjung, kawasan Pantai Tiku, Kabupaten Agam. Saat itu, sebanyak 16 remaja sedang mandi di laut ketika tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret mereka ke tengah laut.

Tiga orang wisatawan Pantai Tiku sempat menjadi korban, di mana satu meninggal di tempat, dan dua lainnya hilang hingga akhirnya ditemukan pada hari kedua pencarian.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Pasaman, BPBD Agam, PMI, Polairud, Pos AL Tiku, Satpol PP, Damkar, dan dibantu masyarakat sekitar.

Dua tim dikerahkan untuk mencari korban terseret ombak di Pantai Tiku tersebut. Satu menyisir laut dengan perahu, dan satu lagi menelusuri garis pantai.

Pencarian difokuskan di area laut dengan koordinat 0°23’41.30″S – 99°54’19.30″E hingga 0°25’09.17″S – 99°56’36.49″E, mencakup wilayah seluas 5 nautical mile persegi.

Pada pukul 07.55 WIB, jenazah Yordan Ramadhan (16) ditemukan sekitar 0,7 nautical mile dari lokasi awal mereka terseret. Tak lama berselang, tepatnya pukul 08.10 WIB, jasad Dani Afriandi (16) juga berhasil ditemukan di radius 1 nautical mile dari titik kejadian.

“Keduanya langsung dievakuasi ke Puskesmas Tiku. Operasi SAR kami nyatakan selesai pukul 08.30 WIB,” ujar Hendri.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini. Meski hasil akhir menyisakan duka, Hendri menegaskan pentingnya kerja sama dalam menghadapi musibah seperti ini.

Pihak keluarga korban kini tengah menjalani masa berkabung. Warga sekitar pun turut menyampaikan belasungkawa atas tragedi yang menimpa para remaja tersebut. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi alam, terutama saat beraktivitas di wilayah pesisir. (*)


Avatar of St Batuah
Avatar of Aprizal Noer
St Batuah
Penulis
Aprizal Noer
Editor
Exit mobile version