AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
5,180 view

Krisis Air Bersih di Padang, Pemko Percepat Perbaikan IPA Pascabanjir

Potret kontroversi terbaru yang melibatkan Krisis air bersih di Padang,Perumda Air Minum Kota Padang,Perumda AM Padang.
Wako Padang, Fadly Amran, memantau langsung proses pemulihan instalasi IPA Perumda Air Minum Kota Padang yang rusak berat usai diterjang banjir bandang. (Foto: Prokopim Setdako Padang)

Padang, AyoSumbar.id – Pemko Padang langsung mengeksekusi langkah darurat untuk mengatasi krisis air bersih di Padang, setelah bencana hidrometeorologi selama sepekan terakhir.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menempatkan pemulihan layanan air sebagai agenda paling mendesak. Ia meninjau progres penanganan pada Minggu (30/11/2025).

Fadly juga mengerahkan satu alat berat ke titik kerusakan. Alat itu fokus mempercepat perbaikan pipa yang putus akibat banjir bandang. Pengerjaan pipa menjadi prioritas lapangan.

Data infrastruktur yang diterima wali kota menunjukkan kondisi kritis. Perumda Air Minum Kota Padang mengelola sembilan unit IPA secara total. Kini hanya dua unit yang berjalan normal.

Tiga unit lain sedang diperbaiki secara intens. Empat unit sisanya rusak berat. Produksi air menurun drastis karena kerusakan instalasi.

Fadly menyatakan jalur suplai di selatan kota telah aktif kembali. Ia menyebut Padang Utara berjalan dengan satu pompa. Ia menegaskan Koto Tangah dan Kuranji menghadapi dampak terberat. Kerusakan IPA di dua wilayah itu tergolong ekstrem.

“Pemko Padang memaksimalkan langkah non-infrastruktur untuk menjaga pasokan. Seluruh armada tangki dari Perumda Air Minum dan Damkar terus menyuplai air ke permukiman,” jelasnya.

“Titik hidran umum juga diperbanyak di lokasi strategis. Warga dapat mengakses air meski instalasi belum pulih,” sambung Fadly.

Sedangkan Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, menyampaikan target waktu perbaikan. Ia memproyeksikan IPA dengan kerusakan ringan rampung dalam 3–4 hari. “Untuk IPA yang rusak parah memerlukan durasi lebih Panjang,” ungkapnya.

Sebagai mitigasi distribusi, Perumda AM Padang menerapkan sistem suplai bergilir. Strategi itu menjaga pemerataan layanan di tengah kapasitas produksi yang terbatas.

Andri berharap kualitas sumber air baku segera membaik. Ia optimistis produksi bisa kembali ditingkatkan. Penanganan krisis air bersih di Padang akan terus dievaluasi hingga layanan normal. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Arditono
Aprizal Noer
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version