AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,667 view

Layanan Kesehatan di Sumbar Diperkuat Lewat Kolaborasi dan Inovasi

Ilustrasi informatif mengenai Layanan Kesehatan di Sumbar dalam berita.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi (kanan), mendampingi Wamenkes RI Benjamin Paulud Octavianus (tengah), saat penandatanganan perjanjian kerja sama dengan instansi dan mitra bidang Kesehatan di Padang, RSUP M Djamil, Jumat (18/9/2026). (Foto: Dok. Makopim/Adp)

Padang, AyoSumbar.id – Layanan Kesehatan di Sumbar terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi medis, peningkatan kualitas SDM, dan pemenuhan fasilitas dasar rumah sakit. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan hal itu di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).

Mahyeldi menghadiri Presentasi Progres Interferon Gamma Release Assay (IGRA), Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama, serta Serah Terima Sumur Bor RSUP Dr. M. Djamil Padang oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V.

“Yang dilakukan pada hari ini adalah sesuatu yang istimewa bagi kami. Ini semua demi kesehatan masyarakat kita di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, penguatan layanan kesehatan membutuhkan lebih dari sekadar peralatan dan teknologi medis. Kualitas sumber daya manusia, kerja sama antarlembaga, serta ketersediaan fasilitas dasar juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan kesehatan daerah.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian ialah pengembangan IGRA oleh tim RSUP Dr. M. Djamil bersama sejumlah pihak. Pemeriksaan tersebut dapat membantu mengetahui infeksi tuberkulosis (TB) melalui respons sistem kekebalan tubuh.

Mahyeldi menilai inovasi IGRA dapat mendukung percepatan penemuan kasus TB di Sumbar. Upaya tersebut dinilai penting karena penemuan kasus TB masih perlu terus ditingkatkan.

“Dengan adanya IGRA ini tentunya akan bisa mempercepat dan mempermudah,” katanya.

Kolaborasi Perkuat Ekosistem Kesehatan

Mahyeldi juga mengapresiasi kerja sama RSUP Dr. M. Djamil dengan sejumlah institusi, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Bio Farma, dan Kimia Farma.

Menurutnya, kerja sama itu memperlihatkan pentingnya sinergi pemerintah, fasilitas kesehatan, industri, dan lembaga terkait. Kolaborasi lintas sektor tersebut diperlukan untuk memperkuat ekosistem kesehatan di Sumbar.

Ia juga menekankan bahwa kualitas rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan. Kompetensi SDM dan pola pelayanan kepada pasien juga perlu menjadi perhatian.

“Kita berharap dari segi peralatan dan SDM tidak jauh berbeda, bahkan mungkin kita lebih baik. Yang perlu sama-sama kita tingkatkan adalah hospitality, yaitu bagaimana pelayanannya,” ungkap Mahyeldi.

Peningkatan fasilitas dan kompetensi SDM diharapkan berjalan seiring dengan perbaikan kualitas serta keramahan pelayanan. Dengan begitu, masyarakat Sumbar memiliki pilihan untuk mendapatkan layanan kesehatan di daerah sendiri.

“Harapan kami, ke depan rumah sakit-rumah sakit di Sumatera Barat meningkat pelayanannya, meningkat keramahtamahannya, sehingga Sumatera Barat bisa menjadi pilihan untuk pengobatan,” ujarnya.

Sumur Bor untuk RSUP Dr. M. Djamil

Selain pengembangan layanan medis, Mahyeldi memberikan apresiasi atas dukungan BWS Sumatera V dalam penyediaan sumur bor untuk RSUP Dr. M. Djamil. Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga keberlangsungan operasional rumah sakit.

Kebutuhan tersebut semakin penting setelah banjir dan longsor berdampak terhadap sejumlah sungai dan infrastruktur air di Sumatera Barat. Mahyeldi berharap kerja sama dengan BWS Sumatera V juga berlanjut dalam penanganan sedimentasi dan normalisasi sungai.

“Dengan kepedulian itu maka hari ini serah terima dari Balai Wilayah Sungai, sehingga kebutuhan air untuk Rumah Sakit M. Djamil terpenuhi,” katanya.

Pemerintah Siapkan Renovasi Fasilitas Kesehatan

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus yang hadir dalam acara itu mengatakan pemerintah terus mendorong pemerataan layanan kesehatan melalui pembangunan dan renovasi fasilitas kesehatan di berbagai daerah.

Khusus Sumatera Barat, Benjamin meminta pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan melakukan pemetaan kebutuhan. Pemetaan diperlukan agar intervensi pembangunan dapat diarahkan kepada fasilitas yang paling membutuhkan.

Secara nasional, pemerintah menargetkan renovasi 10.000 puskesmas dan pembangunan 1.988 puskesmas baru. Pemerintah juga menyiapkan program renovasi terhadap 441 rumah sakit daerah.

“Mana yang paling membutuhkan, puskesmas yang paling hancur, rumah sakit RSUD yang paling jelek, itu yang didahulukan. Biar pelayanan masyarakat mendapat pelayanan secepat-cepatnya,” katanya.

Benjamin turut mengapresiasi pengembangan IGRA oleh tim RSUP Dr. M. Djamil. Kementerian Kesehatan akan melihat potensi pemanfaatan inovasi tersebut untuk mendukung program deteksi TB secara lebih luas.

“Dengan darah kita bisa lakukan skrining. Kalau positif, orang itu mendapat obat pencegahan,” jelasnya.

RSUP Dr. M. Djamil Kembangkan Layanan Unggulan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas mengatakan rumah sakit terus memperkuat empat fungsi utama, yakni pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pengampuan. Penguatan fungsi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM kesehatan.

Saat ini, RSUP Dr. M. Djamil telah menjalankan 20 program fellowship. Rumah sakit itu juga mengembangkan sejumlah layanan unggulan, termasuk transplantasi ginjal dan laparoskopi.

Pada layanan transplantasi ginjal, RSUP Dr. M. Djamil telah melaksanakan 37 transplantasi. Rumah sakit tersebut sekaligus menjalankan fungsi pengampuan bagi sejumlah rumah sakit lainnya.

Dovy menambahkan, penguatan juga dilakukan pada layanan operasi jantung, termasuk untuk pasien anak. Rumah sakit juga membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri melalui pendekatan triple helix.

“Makanya dengan triple helix ini bagaimana rumah sakit, perguruan tinggi, industri bisa mempunyai tugas menghasilkan produk-produk teknologi kesehatan sehingga meningkatkan ketahanan bangsa,” ujarnya.

Dovy berharap dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, perguruan tinggi, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan terus berlanjut. Dukungan tersebut diharapkan mempercepat pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat unggulan pelayanan kesehatan di Sumatera Barat dan wilayah Sumatera bagian tengah.

Penguatan fasilitas, inovasi seperti IGRA, peningkatan SDM, serta kolaborasi lintas sektor menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan Kesehatan di Sumbar. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Aris Prima Gunawan
Aprizal Noer
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version