AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
4,305 view

Masa Tanggap Darurat Padang Pariaman Berakhir, Tim Verval Diterjunkan

Cuplikan momen kritis dalam perkembangan berita tentang Masa tanggap darurat Padang Pariaman,Tim verval Padang Pariaman,Tim Verval Data Bencana.
Sekdakab Padang Pariaman, Rudi Repenaldy Rilis, memberikan pembekalan teknis kepada tim verval data kerusakan pascabencana. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Masa tanggap darurat Padang Pariaman resmi berakhir, Pemkab Padang Pariaman langsung menurunkan tim verifikasi dan validasi (verval) data kerusakan ke lapangan pada Minggu (21/12/2025), sehari setelah penetapan berakhirnya status darurat bencana banjir dan longsor.

Langkah tersebut bertujuan memastikan akurasi data kerusakan sebagai dasar penyaluran bantuan serta penyusunan program pemulihan pascabencana. Tim verval Padang Pariaman diterjunkan setelah mengikuti pembekalan teknis di Kantor Pusdalops Penanggulangan Bencana Padang Pariaman.

Pembekalan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Rudi Repenaldy Rilis, dan dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah terkait. Hadir antara lain Kalak BPBD, Kepala Dinas LHPKPP, Kepala Dinas PUPR, Kepala BPKD, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kominfo, serta Camat Batang Anai dan 2×11 Kayu Tanam.

Dalam arahannya, Rudi menegaskan pentingnya kerja cermat dan profesional selama proses verval berlangsung. “Kita harus turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya serta menggali informasi keluarga terdampak,” kata Rudi.

Ia meminta petugas memverifikasi data yang ada secara menyeluruh. “Lakukan verifikasi, lengkapi dengan dokumentasi foto dan titik koordinat, lalu perbarui ke Sistem Informasi Data Bencana yang telah dibangun oleh Kominfo,” ujarnya.

Kepala Dinas LHPKPP Padang Pariaman, Andri Satria Masri, menyampaikan Tim Verval Data Bencana Tahap I berjumlah 32 personel. Tim tersebut dibagi ke dalam delapan kelompok untuk menjangkau wilayah terdampak secara merata.

Menurut Andri, tim akan melakukan pendataan di 77 nagari yang tersebar pada 17 kecamatan. Pendataan mencakup kerusakan rumah akibat banjir dan longsor yang terjadi selama masa tanggap darurat Padang Pariaman.

Ia merinci, total rumah terdampak mencapai 8.386 unit. Rinciannya meliputi 109 rumah hanyut, 187 rusak berat, 287 rumah harus direlokasi, 205 rusak sedang, dan 2.710 rumah mengalami rusak ringan.

Andri menambahkan, pelaksanaan tugas tim telah dijadwalkan secara terbatas waktu. “Tugas tim berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Desember 2025,” kata Andri.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap hasil verval ini menghasilkan data yang valid dan akurat. Data tersebut akan menjadi dasar percepatan penanganan pascabencana serta perencanaan rekonstruksi dan rehabilitasi yang tepat sasaran di wilayah terdampak. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version