AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,338 view

Mauluik Gadang 2026 di Padang Pariaman Ditutup, Bungo Lado Melimpah Ruah

Ilustrasi yang menggambarkan perubahan opini publik tentang Mauluik Gadang 2026 di Padang Pariaman.
Masyarakat mengikuti rangkaian tradisi adat pada puncak Mauluik Gadang 2026 dengan mengarak bungo lado ke halaman Masjid Raya IKK Ali Mukhni. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Mauluik Gadang 2026 di Padang Pariaman resmi berakhir di halaman Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Selasa (25/8/2026), setelah ribuan masyarakat mengikuti rangkaian puncak peringatan. Prosesi adat dan kegiatan keagamaan berpadu dalam acara yang turut dihadiri Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat.

Puncak acara sejak pagi telah dipadati masyarakat yang datang menyaksikan berbagai tradisi. Arak-arakan bungo lado, penerimaan jamba, badoncek, dan penerimaan lamang menjadi bagian dari rangkaian yang kemudian disertai lantunan badikia.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menilai semangat masyarakat dalam mempertahankan tradisi sekaligus memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi bagian penting dari Mauluik Gadang. Ia berharap momentum tersebut mampu memperkuat kehidupan keagamaan dan hubungan sosial masyarakat.

“Momentum Mauluik Gadang ini mari kita jadikan peringatan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW sebagai kesempatan untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, memperkokoh persatuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujar John Kenedy Azis.

Menurut Bupati, keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya disampaikan melalui tausiyah. Karena itu, Mauluik Gadang dipandang sebagai momentum untuk menghidupkan nilai tersebut di tengah masyarakat.

“Kita ingin nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya kita dengarkan dalam bentuk tausiyah, tetapi benar-benar kita hadirkan dalam kehidupan kita,” katanya.

John Kenedy Azis juga menyebut Mauluik Gadang memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda tahunan. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi ruang yang mempertemukan nilai agama, adat, dan budaya sekaligus menunjukkan keberadaan semangat gotong royong masyarakat Padang Pariaman.

Apresiasi turut disampaikan kepada masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Mauluik Gadang selama tiga hari. Bupati secara khusus menyampaikan terima kasih kepada pihak yang menyiapkan hidangan, para donatur, alim ulama, tuanku, dan panitia.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada ibu-ibu yang telah menyiapkan jamba dan membuat lamang, kepada para donatur yang telah badoncek, kepada para alim ulama, tuanku, serta panitia pelaksana,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kemeriahan acara tidak terlepas dari kebersamaan masyarakat. “Tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong kita semua, kegiatan ini tidak akan berjalan semeriah ini,” tambahnya.

Puncak Mauluik Gadang 2026 dihadiri Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Wakil Bupati Rahmat Hidayat, serta perwakilan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumatera Barat, Besri Rahmad.

Hadir pula Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Dr. Mukhlis, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Endarmy, unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Padang Pariaman, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Ketua DWP, Forkopimca, para wali nagari, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian penutupan ditandai dengan makan bajamba yang diikuti para tamu dan masyarakat. Tradisi makan bersama itu menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan saling berbagi tanpa memandang perbedaan.

Melalui puncak Mauluik Gadang 2026, tradisi yang diwariskan para pendahulu kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Padang Pariaman, sekaligus berpadu dengan nilai keagamaan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version