AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
938 view

Nagari Creative Hub di Agam Libatkan 32 Masjid

Berita visual: bagaimana Nagari Creative Hub di Agam menjadi perhatian masyarakat?
Pameran dalam kegiatan Nagari Creative Hub di Agam. Sebanyak 32 masjid dilibatkan dalam program ini. (Foto: ADPSB Setdaprov Sumbar)

Agam, AyoSumbar.id – Nagari Creative Hub di Agam menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengembangkan kreativitas masyarakat sekaligus melestarikan seni dan budaya. Program tersebut dijalankan melalui kegiatan pelestarian seni budaya di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Medan Nan Bapaneh Kantor Wali Nagari Koto Tangah. Gubernur Sumbar diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri, untuk membuka kegiatan yang melibatkan generasi muda dan tokoh masyarakat tersebut.

Ahmad Zakri mengatakan setiap nagari memiliki kearifan lokal yang menjadi identitas sekaligus kekuatan masyarakat. Potensi itu perlu dipertahankan dan diperkenalkan lebih luas, terutama kepada generasi muda.

“Setiap nagari memiliki potensi kearifan lokal yang mesti dilestarikan dan dikenalkan secara lebih luas. Kita berharap potensi tersebut menjadi karakter sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif,” kata Ahmad Zakri.

Menurutnya, kekayaan nagari tidak terbatas pada seni dan budaya tradisional. Kuliner, kerajinan, pengetahuan tradisional, permainan anak nagari, hingga berbagai bentuk ekonomi kreatif juga menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan.

Jika dikelola secara baik dan berkelanjutan, potensi tersebut dapat menjadi kekuatan baru sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, Nagari Creative Hub di Agam tidak hanya diarahkan sebagai ruang pelestarian warisan budaya.

Program tersebut juga menjadi wadah untuk mendorong kreativitas dan produktivitas masyarakat. Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang diharapkan dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk mengembangkan potensi berbasis budaya lokal.

“Kita ingin NCH (Nagari Creative Hub) menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda. Tidak hanya dari segi budaya dan seni tradisi, tetapi juga ekonomi,” ujarnya.

Nagari Creative Hub di Agam Didukung 32 Masjid

Pengembangan Nagari Creative Hub di Agam mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Agam. Asisten Pemerintahan Setdakab Agam, Yunelson, hadir mewakili Bupati Agam dalam kegiatan tersebut.

Yunelson mengatakan Pemkab Agam telah menetapkan 32 masjid untuk dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan anak nagari. Langkah itu menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program NCH.

Dukungan Pemkab Agam juga mencakup anggaran pembinaan serta program yang dijalankan organisasi perangkat daerah terkait. Setiap masjid yang telah ditetapkan memperoleh alokasi anggaran pembinaan sebesar Rp15 juta dari APBD Kabupaten Agam.

Anggaran tersebut telah berjalan sejak 2025. Menurut Yunelson, dukungan itu menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.

“Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menyukseskan program NCH,” ujar Yunelson.

NCH Jadi Program Unggulan Pemprov Sumbar

Nagari Creative Hub merupakan salah satu program unggulan Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy. Sejak 2025 hingga 2026, sebanyak 13 daerah telah ditetapkan sebagai lokus pelaksanaan program NCH di Sumbar.

Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, menjadi salah satu lokus program tersebut. Pelaksanaannya diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk berkegiatan dalam bidang seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Ahmad Zakri menekankan bahwa pencapaian tujuan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Pemerintah, masyarakat, pelaku budaya, pelaku ekonomi kreatif, generasi muda, dunia pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terlibat dalam pengembangan potensi nagari.

Kolaborasi itu diperlukan agar kekayaan setiap nagari tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya. Potensi tersebut juga diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelestarian Seni Budaya Berlangsung Dua Hari

Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Fadli Junaidi, selaku ketua panitia mengatakan kegiatan pelestarian seni budaya di Nagari Koto Tangah berlangsung selama dua hari, yakni 26 hingga 27 September 2026.

Rangkaian acaranya mencakup pameran koleksi Museum Adityawarman, workshop warisan budaya, pameran kuliner tradisional, serta pertunjukan seni dan budaya. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pasambahan kato sekaligus makan bajamba.

Generasi muda dan tokoh masyarakat setempat terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Pelibatan tersebut diharapkan membuat pengetahuan, praktik, dan nilai-nilai seni budaya tradisi Minangkabau tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dinas Kebudayaan Sumbar juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas yang bersumber dari budaya lokal. Dengan demikian, Nagari Creative Hub di Agam diarahkan untuk mempertemukan upaya pelestarian budaya dengan pengembangan kreativitas dan potensi ekonomi masyarakat. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Aris Prima Gunawan
Aprizal Noer
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version