AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
5,341 view

Normalisasi Batang Ulakan, JKA: Butuh Dukungan Pemerintah Pusat

Liputan foto: bagaimana Batang ulakan menjadi fenomena sosial?
Goro akbar yang diadakan Pemkab Padang Pariaman di Batang Ulakan pada Sabtu (19/4/2025). Goro ini dilakukan sebagai upaya mengatasi masalah banjir di Kecamatan Ulakan Tapakih. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Normalisasi Batang Ulakan membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), saat Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Naryo Widodo, melakukan inspeksi lapangan ke Kampung Galapuang, Nagari Kampung Galapuang, Selasa (25/11/2025).

JKA menegaskan banjir di Galapuang murni imbas luapan Batang Ulakan. Ia menyebut gotong royong pembukaan muara sempat dilakukan. Upaya itu belum membuahkan hasil karena endapan sedimen sudah menebal.

Banyak batang pohon juga tumbang di sempadan kiri dan kanan sungai. “Penyumbatan tetap terjadi. Aliran air masih tertahan,” kata John.

Sebagai respons cepat, Pemkab akan menangani tiga titik penyumbatan. Langkah itu mencakup pengerukan sedimen dan pemangkasan pohon yang menahan arus. BWS Sumatera V akan memadukan alat dan personel. Penanganan darurat ini menjadi jembatan sebelum program normalisasi Batang Ulakan yang lebih besar.

John juga mengungkapkan pejabat teknis pusat sudah memahami urgensi normalisasi. Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PUPR lebih dulu turun meninjau. Ia melihat kebutuhan intervensi menyeluruh. John menargetkan normalisasi Batang Ulakan masuk penganggaran 2026. Ia berharap pekerjaan fisik dapat dimulai di tahun yang sama.

“Kami butuh eksekusi total tahun 2026,” tegas John. Ia memperingatkan dampak banjir meluas ke Ulakan Tapakis, Nan Sabaris, 2×11 Enam Lingkung, dan kecamatan lain. Tanpa normalisasi Batang Ulakan, banjir tahunan akan terus menghantam permukiman dan ekonomi warga.

John turut menyinggung sungai lain yang butuh perhatian serupa. Ia menyebut Batang Nareh, Batang Kamumuan, Batang Anai, sampai aliran di kawasan Sikayan, serta Batang Anai di Padang Pariaman, sering meluap saat hujan lebat. Ia meminta provinsi dan pusat mengatur prioritas normalisasi secara bertahap.

John pun menekankan dukungan lintas pemerintahan. Ia berharap Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian PU mendorong percepatan normalisasi Batang Ulakan. “Ini kebutuhan paling mendesak,” tutup John. Ia menilai normalisasi Batang Ulakan sebagai kunci menurunkan risiko banjir di Padang Pariaman.

Sedangkan BWS) Sumatera V, Naryo Widodo, menilai banjir terjadi karena sedimentasi Batang Ulakan telah kronis. Ia juga menyoroti muara yang tersumbat. Kondisi ini menahan aliran air. Sungai pun meluap cepat saat hujan deras. “Sedimentasi Batang Ulakan sudah kritis. Ditambah muaranya tersumbat,” kata Naryo.

Ia menegaskan perlunya penanganan di titik pertemuan sungai dan muara. Ia berjanji melaporkan temuan ini ke Menteri Pekerjaan Umum. “Kami akan sampaikan ke menteri agar masuk prioritas,” ujarnya. Naryo menambahkan laporan itu juga akan diteruskan ke Menteri PUPR melalui mekanisme koordinasi. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version