AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
16,660 view

Pasaman Perkuat Mitigasi, Bupati Welly Ajak Masyarakat Tangguh Bencana

Gambar investigasi yang memberikan wawasan baru tentang Pasaman Perkuat Mitigasi.
Bupati Pasaman Welly Suhery saat memeriksa peralatan kebencanaan usai Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di halaman Mapolres Pasaman, Selasa (4/11/2025). (Foto: Diskominfo Pasaman)

Pasaman, AyoSumbar.id – Pasaman perkuat mitigasi bencana melalui program Nagari Tangguh Bencana sebagai langkah nyata menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Langkah ini menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Pasaman karena wilayah tersebut tergolong rawan bencana.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman hidrometeorologi saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di halaman Mapolres Pasaman, Selasa (4/11).

Kegiatan itu dihadiri Kapolres Pasaman, Plt Kadis Kominfo Pasaman Tedy Marta, serta unsur BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kejaksaan Negeri, dan instansi terkait lainnya.

Welly menilai, kesiapan sejak dini menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak bencana. Ia menekankan, masyarakat harus berperan aktif dalam membangun ketangguhan daerah.

“Sejak dini kita wajib menyiapkan diri agar menjadi masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Bila masyarakat tangguh, maka daerah pun kuat menghadapi bencana,” ujar Welly.

Ia menambahkan, Pemkab Pasaman telah menempatkan isu kebencanaan sebagai prioritas pembangunan daerah. Karena itu, Pasaman perkuat mitigasi melalui program unggulan seperti Nagari Tangguh Bencana.

“Melalui program ini, masyarakat dibentuk menjadi kelompok yang tangguh bencana. Mereka tidak lagi menjadi korban, tetapi mampu melindungi diri dan lingkungan sekitar,” jelas Welly.

Selain itu, ia memastikan Pemkab Pasaman terus melakukan edukasi dan sosialisasi mitigasi ke seluruh nagari, termasuk wilayah terpencil. Upaya ini bertujuan memperluas pemahaman serta kesiapsiagaan warga terhadap potensi bencana.

“Pemerintah akan terus memperkuat mitigasi hingga ke tingkat masyarakat terjauh. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Bencana hidrometeorologi sendiri merupakan bencana akibat perubahan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, kekeringan, angin kencang, longsor, hingga kebakaran hutan. Karena itu, Pasaman perkuat mitigasi untuk menekan risiko dan dampak yang ditimbulkan. (*)

Avatar of Arditono
M Afif Azari
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version