Pasca Tebing Ngarai Sianok Longsor, 500 Rumah Terancam Alami Krisis Air
Agam, AyoSumbar.id – Tebing Ngarai Sianok, tepatnya di Ngarai Kaluang yang berlokasi di Jorong Guguak Tinggi mengalami longsor pasca bencana hidrometeorologi Sumatera Barat (Sumbar) beberapa waktu lalu.
Video longsor ini pun viral, dimana dalam video tampak detik-detik tebing Ngarai Kaluang ini berjatuhan dan diabadikan oleh warga yang saat itu sedang memperbaiki pipa air warga di bawah Ngarai Sianok.
Hasil pantauan di lapangan, tebing setinggi 120 meter dengan lebar 15 meter sejauh lima kilometer terkikis di sepanjang Guguak Tinggi, Kecamatan Ampek Koto.
Wali Jorong Guguak Tinggi, Dasman mengatakan longsor di Ngarai Sianok tersebut terjadi setelah adanya hujan deras.
“Hujan deras dengan durasi lama menjadi pemicunya, puncaknya terjadi di Kamis, 1 Januari 2026 lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa karena saat itu ada warga yang tengah memperbaiki pipa air,” kata Kepala Desa Guguak Tinggi, Dasman, Minggu (4/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa lokasi longsor berada di sekitar 1,5 kilometer pemukiman warga yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pedagang. Kemudian beberapa sawah warga terpantau ikut terkikis akibat longsoran.
“Kami juga telah melaporkan ke BPBD Agam dan longsor ini tidak sekali terjadi, sudah beberapa kali. Kami berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya di aliran Ngarai Sianok di Bukittinggi untuk cepat menjauh dari aliran sungai saat longsor terjadi,” kata Dasman.
Sementara itu, dampak lain dari longsornya tebing ini adalah aliran air ke raturant rumah warga terganggu karena materiał longsor menutup bak air dań mesin pompa yang mengaliri air ke pemukiman.
“Lebih kurang 500 rumah terancam krisis air, pada umumnya warga di sini menggunakan air yang dialirkan dari bawah Ngarai Sianok,” ujarnya.
Saat ini, warga hanya bisa memanfaatkan air hujan sebagai sumber air yang sebelumnya telah ditampung dalam sumur dengan kedalaman maksimal 15 meter.
“Sekarang akses air dari ngarai tidak bisa digunakan dan warga memanfaatkan air dałam sumur masing-masing yang ditampung saat hujan,” kata Wali Jorong Guguak Tinggi. (*)
