Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Berprogres, Target Rampung Mei 2028
Solok, AyoSumbar.id – Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik memasuki tahap pekerjaan fisik setelah proses pengadaan tanah dituntaskan, berdasarkan peninjauan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di lokasi, Kamis (17/9/2026).
Mahyeldi meninjau langsung perkembangan proyek tersebut bersama pihak Hutama Karya dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Ia juga menerima penjelasan teknis mengenai tahapan pembangunan dari pihak terkait.
Menurut Mahyeldi, penyelesaian persoalan lahan menjadi bagian penting agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan. Ia menyebut progres pembangunan saat ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
“Alhamdulillah dengan dukungan semua pihak, untuk masalah tanah sudah selesai. Berarti sekarang HPSL selaku pelaksana sudah bergerak untuk pembangunan fisik. Dan sekarang ini progresnya cukup mengembirakan,” kata Mahyeldi.
Gubernur Sumbar itu menjelaskan bahwa pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari desain dan konstruksi pada Jembatan 3 serta Jembatan 4 yang memiliki karakter berbeda.
Berdasarkan penjelasan tim teknis, salah satu konstruksi menggunakan desain melengkung dengan bentang hingga sekitar 180 meter. Sementara itu, konstruksi lainnya berupa cable-stayed dengan bentang sekitar 300 meter.
“Ini suatu hal yang tidak sederhana. Alhamdulillah dari pelaksana dan juga tim yang ahli-ahli, mereka ini luar biasa. Ini suatu kebanggaan juga bagi kita,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung proyek tersebut. Pihak yang disebut antara lain HPSL, Kementerian Pekerjaan Umum, Agrinas, DPR RI, pemerintah kabupaten dan kota, jajaran teknis, serta masyarakat.
Ia menilai koordinasi dan komunikasi antarpihak menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pembangunan infrastruktur strategis. Pengalaman dari pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik juga diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur lainnya di Sumbar.
“Semangat kebersamaan ini harus dikembangkan. Jangan ada yang mengatakan bahwasanya ini adalah hasil saya, karena semuanya adalah hasil kerja bersama dan sinergi banyak pihak,” tegas Mahyeldi.
Persoalan lahan juga menjadi perhatian Mahyeldi dalam pembangunan infrastruktur. Ia menekankan perlunya komunikasi langsung dengan masyarakat, terutama ketika pembangunan membutuhkan lahan.
Menurutnya, masyarakat perlu dilibatkan sejak awal agar memiliki pemahaman terhadap proses pembangunan dan merasa dihargai dalam setiap tahapan yang dijalankan.
“Di Sumatera Barat ini sebenarnya masalah lahan tidak sulit, yang penting komunikasi dengan masyarakat harus lancar, minta pendapat dan pandangan mereka. Ketika masyarakat merasa dihargai dan dilibatkan secara maksimal, maka percepatan bisa diwujudkan,” katanya.
Mahyeldi berharap koordinasi dan kolaborasi seluruh pihak tetap terjaga hingga pembangunan selesai. Fly Over Sitinjau Lauik ditujukan untuk mendukung peningkatan keselamatan, konektivitas, kelancaran mobilitas masyarakat, serta distribusi logistik di Sumbar.
PPK Sitinjau Lauik, Risma, yang mewakili pihak Balai, menjelaskan bahwa pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Melalui skema tersebut, badan usaha berperan dalam pembiayaan pembangunan sekaligus operasional dan pemeliharaan infrastruktur selama masa layanan.
Risma mengatakan pembangunan fly over diarahkan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Tikungan Panorama 1 yang memiliki radius tikungan kecil dan kemiringan cukup tinggi.
Kondisi itu menjadi tantangan bagi kendaraan yang melintas, terutama kendaraan angkutan logistik. Karena itu, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.
Risma menambahkan, kendala pengadaan tanah yang sebelumnya sempat terjadi kini telah diselesaikan. Dengan tuntasnya proses tersebut, pekerjaan konstruksi dapat berjalan lebih optimal.
Penyesuaian terhadap jadwal kerja sama juga telah dilakukan. Berdasarkan penyesuaian itu, target penyelesaian konstruksi Fly Over Sitinjau Lauik ditetapkan pada Mei 2028.
“Dengan tuntasnya pembebasan lahan ini, kami optimis pembangunan akan berjalan lebih optimal. Target kita ini tuntas Mei 2028,” ujarnya. (adpsb/rel)

