AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
5,544 view

Pembenahan RTLH di Pasaman, Bupati: Perkuat Perlindungan Sosial

Ilustrasi berita yang menggambarkan reaksi publik terhadap RTLH di Pasaman.
Bupati Pasaman, Welly Suhery bersama Wabup Parulian didampingi Pimpinan Baznas Pasaman, menyerahkan secara simbolis bantuan bedah rumah, saat peluncuran program bantuan RTLH di Pasaman pada peringatan Hari Disabilitas Internasional di Gedung Syamsiar Thaib. (Foto: Diskominfo Pasaman)

Pasaman, AyoSumbar.id – Pembenahan RTLH di Pasaman menjadi fokus Pemkab Pasaman. Kemarin, Program Bantuan 100 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diluncurkan di sana saat memperingati Hari Disabilitas Internasional di Gedung Syamsiar Thaib.

Program ini Pemkab Pasaman jalankan bersama Baznas Kabupaten Pasaman sebagai langkah memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi warga kurang mampu.

Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunte, Ketua Baznas, kepala OPD, ASN, dan para penerima manfaat turut menghadiri peluncuran RTLH di Pasaman tersebut.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan bahwa pelaksanaan RTLH di Pasaman mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah menikmati rumah yang layak huni.

“Program RTLH di Pasaman menjadi bagian dari tanggung jawab Pemkab Pasaman memastikan warga memperoleh hunian aman dan memadai. Pada 2025, kami menargetkan pembangunan 100 unit melalui kolaborasi dengan Baznas,” ujar Bupati Welly.

Ia memaparkan perkembangan RTLH di Pasaman, yakni 60 unit sudah rampung dibangun hingga November 2025, 27 unit sedang dikerjakan, dan 13 unit menunggu verifikasi.

Total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai Rp1,5 miliar. Pemerintah daerah menargetkan seluruh rumah tuntas sebelum akhir tahun.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional juga dirangkaikan dengan penyerahan 33 alat bantu bagi penyandang disabilitas oleh Dinas Sosial Pasaman.

Bupati Welly menyebut dua program ini saling melengkapi dalam memperkuat perlindungan sosial di Pasaman.

“Bantuan alat bantu disabilitas mendorong kemandirian individu, sementara RTLH di Pasaman memperkuat ketahanan keluarga. Inilah pendekatan pembangunan yang kita dorong,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut mengacu pada amanat UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta Perda Kabupaten Pasaman Nomor 2 Tahun 2025.

Bupati juga memberikan arahan kepada jajarannya agar seluruh program sosial berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Ia meminta Dinas Sosial meningkatkan pendataan dan pendampingan penyandang disabilitas.

Baznas diminta menjaga akuntabilitas serta memperkuat koordinasi dalam pembangunan RTLH di Pasaman. Penerima manfaat didorong memanfaatkan bantuan untuk meningkatkan kualitas hidup, sementara OPD dan kecamatan diperintahkan memperkuat sinergi lintas sektor demi hasil program yang lebih terukur.

“Setiap program sosial jangan hanya menjadi seremoni. Program harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Bupati Welly.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan visi daerah “Pasaman Bangkit, Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan”.

Tema Hari Disabilitas Internasional, Setara Berkarya, Berdaya Tanpa Batas, menurutnya sejalan dengan semangat pembangunan pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pasaman Dedi menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyerahkan 33 alat bantu kepada penyandang disabilitas dari berbagai kecamatan. “Semoga bantuan ini memberi manfaat bagi penerima,” ujarnya. (*)

Avatar of M. Abdi Lubis
Avatar of Arditono
M. Abdi Lubis
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version