Pemuda Pariaman Berpeluang Kerja di Kapal Pesiar: Gaji Menggiurkan, Pendaftaran 22 Juli
Pariaman, AyoSumbar.id – Peluang kerja di kapal pesiar kini terbuka lebar bagi generasi muda Kota Pariaman. Hal ini diungkapkan saat Sosialisasi Pasim Go International di Aula Kantor Bersama Kota Pariaman, Jumat (18/7/2025).
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, saat membuka sosialisasi tersebut, menjelaskan bahwa ada dua jalur pelatihan unggulan. Yakni Program Crew Kapal Pesiar (Cruise) dan Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW).
Program ini, sambungnya, merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Pemko Pariaman dan Universitas Nasional Pasim (Unas Pasim) yang ditandatangani pada 10 Juli 2025 di Bandung.
Dalam pelaksanaannya, kerja sama dilakukan melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP & Naker) dengan UPT Diklat Pasim Go International.
“Program ini adalah peluang besar bagi pemuda Pariaman untuk bekerja di luar negeri, termasuk di kapal pesiar. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini karena belum tentu akan datang dua kali,” ujar Yota Balad.
Katanya, program itu dirancang untuk mengangkat taraf hidup masyarakat, khususnya generasi muda. Untuk itu, sosialisasi tersebut menghadirkan perwakilan setiap desa dan kelurahan di Pariaman. Jumlahnya sebanyak 142 orang peserta.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk serius mengikuti pelatihan dan menjunjung tinggi kedisiplinan, karena itulah kunci utama keberhasilan di dunia kerja global,” serunya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP & Naker Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit, menjelaskan bahwa program pelatihan ini bertujuan menjembatani kebutuhan tenaga kerja luar negeri dengan potensi usia produktif yang menganggur di daerah.
“Untuk Kota Pariaman, tersedia 10 kuota pelatihan untuk Program Crew Kapal Pesiar dan 10 kuota untuk Program Tokutei Ginou,” ungkapnya.
“Seleksi akan dilaksanakan pada 22 Juli 2025 dan hasilnya diumumkan pada 28 Juli 2025. Pelatihan dimulai pada 4 Agustus dan setelah itu peserta akan langsung menjalani magang di kapal pesiar yang beroperasi di Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand,” terangnya.
Gusniyeti juga menyampaikan bahwa program Tokutei Ginou terbuka bagi perempuan, terutama untuk pekerjaan di sektor perawatan lansia, perhotelan, restoran, pertanian, dan perikanan. Seluruh biaya pelatihan, termasuk asrama dan konsumsi, sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kota Pariaman.
“Dengan program ini, Pemko Pariaman menunjukkan komitmen serius dalam membuka akses kerja luar negeri, membekali pemuda dengan keterampilan internasional, dan mengurangi angka pengangguran,” tukasnya.
Kisaran Gaji Pekerja di Kapal Pesiar asal Indonesia
Informasi yang dihimpun AyoSumbar dari berita serta blog para pekerja kapal pesiar asal Indonesia, ternyata gaji mereka sangat menggiurkan. Jadi, bekerja di kapal pesiar benar-benar peluang emas untuk pemuda Pariaman. Berikut rangkuman perkiraan gaji pekerja kapal pesiar:
- Entry-level Indonesia (housekeeping, waiter, asisten): US $700–1.000 gaji dasar, total (termasuk tip) sekitar US $1.000–1.500 = ± Rp 15–22,5 juta/bulan.
- Mid-level/mid-manajemen: US $1.200–2.800 total = ± Rp 18–42 juta/bulan.
- Supervisor atau manager: Total US $2.700–4.100 = ± Rp 40–61 juta/bulan; dan untuk level manajerial tinggi hingga US $7.000 = ± Rp 105 juta/bulan.
- Koki dan chef: Gaji level kepala koki hingga Rp 70–85 juta/bulan, tenaga medis Rp 115–170 juta/bulan, pelayan kabin Rp 25–30 juta/bulan.
Koki atau chef sebagai salah satu bidang kerja di kapal pesiar yang menjanjikan penghasilan besar. Kesempatan ini bisa saja diperoleh pemuda Pariaman yang berkesempatan kerja di kapal pesiar. Sebab, urusan makanan tak sulit dipelajari masyarakat Minang. (*)
