Pemulihan Pasar Payakumbuh, Gubernur Minta Cepat dan Terukur
Payakumbuh, AyoSumbar.id – Gubernur Sumbar, Mahyeldi, meminta agar pemulihan Pasar Payakumbuh dilakukan dengan cepat dan terukur oleh Pemko Payakumbuh. Hal itu ia sampaikan ketika meninjau lokasi pasar tersebut Jumat (29/8/2025) sore.
Mahyeldi menyatakan bahwa musibah kebakaran Pasar Payakumbuh tidak hanya sekadar duka, melainkan juga momentum untuk memperbaiki tata kelola pasar di masa mendatang.
“Bencana ini adalah ketentuan Allah. Namun, jangan sampai kita larut dalam kesedihan atau saling menyalahkan. Pedagang dan pemerintah harus bersinergi, jika tidak penyelesaiannya akan semakin sulit,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi mengingatkan agar persoalan kepemilikan kios segera dituntaskan sebelum relokasi dimulai. Ia menilai, dari informasi yang diterimanya, masih ada toko yang status penggunaannya tidak jelas karena disewakan ke pihak lain.
“Pengalaman saya saat kebakaran Pasar Raya Padang, kepemilikan harus diselesaikan lebih dulu. Jika ini tidak tuntas, maka proses ke depan akan semakin rumit,” tegasnya.
Selain itu, Mahyeldi meminta Pemko Payakumbuh melakukan pendataan lengkap terhadap seluruh pedagang yang terdampak. Ia menekankan, pasar adalah pusat denyut perekonomian kota, sehingga aktivitas jual beli tidak boleh berhenti terlalu lama.
“Ekonomi Payakumbuh berjalan 24 jam. Jika pasar tidak segera dipulihkan, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat ikut terganggu. Karena itu pemerintah daerah perlu cepat mengambil keputusan dengan pertimbangan matang,” tuturnya.
Kajian Bangunan dan Dukungan Pemprov
Terkait kondisi fisik pasar, Mahyeldi menyampaikan akan dilakukan kajian teknis oleh tim ahli untuk menentukan apakah bangunan perlu dibangun ulang atau cukup diperbaiki sebagian.
“Kita harus memastikan bangunan yang berdiri aman dan tidak membahayakan pedagang maupun pengunjung,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar siap mendukung, termasuk memperjuangkan bantuan dari pemerintah pusat untuk pemulihan Pasar Payakumbuh Blok Barat itu.
“Jadikan musibah ini sebagai pelajaran untuk membangun pasar yang lebih baik. Insya Allah Payakumbuh akan bangkit,” tambahnya.
Relokasi Pedagang dan Kendala Anggaran
Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman memastikan Pemko sudah menyiapkan skema relokasi pedagang. Meski begitu, keterbatasan anggaran disebutnya menjadi tantangan besar di tengah efisiensi belanja daerah.
“Kita akan menempatkan pedagang di lokasi relokasi dengan ukuran lapak 2,75 meter x 2 meter. Data dari Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) akan kita sesuaikan dengan data Pemko agar tidak ada yang terlewat,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, menambahkan sejak kejadian kebakaran Pasar Payakumbuh itu, pihaknya bersama damkar dan relawan langsung bergerak memadamkan api dan mendata pedagang terdampak.
“Yang belum terdata diminta segera melaporkan diri. Untuk relokasi, kita siapkan dua titik, yaitu di Jalan Sutan Usman dan eks Terminal Sago,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rida menyebut Pemko sudah mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov Sumbar berupa santunan sebesar Rp4 miliar serta tambahan anggaran relokasi sekitar Rp4 miliar lebih.
“Kami berharap dukungan penuh dari gubernur agar usulan untuk pemulihan Pasar Payakumbuh ini juga bisa diperjuangkan ke pemerintah pusat,” pungkasnya. (*)
