AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
637 view

Pemulihan UMKM Terdampak Bencana, 190 Pelaku Usaha Dibekali

Infografis yang memberikan ringkasan fakta utama tentang Pemulihan UMKM terdampak bencana.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menghadiri kegiatan Pra-Business Matching dan Pembekalan Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Aula Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (6/10/2026). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang, AyoSumbar.id – Sebanyak 190 pelaku UMKM mengikuti Pra-Business Matching dan Pembekalan Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang digelar di Aula Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (6/10/2026), menjadi tahap persiapan sebelum para pelaku usaha dipertemukan dengan calon mitra dan pembeli.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia itu dibuka Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis. Hadir pula Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Astri Harny Tresnasari bersama jajaran kementerian, staf ahli, kepala OPD, tamu undangan, serta pelaku UMKM.

Dari 190 peserta, sebanyak 85 pelaku UMKM berasal dari Kabupaten Padang Pariaman dan 15 pelaku UMKM dari Kota Pariaman mengikuti kegiatan secara langsung. Sementara itu, 90 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

John Kenedy Azis menilai tahapan Pra-Business Matching penting untuk menyiapkan pelaku usaha sebelum dipertemukan dengan usaha besar, BUMN, asosiasi, maupun calon offtaker yang berpotensi menjadi mitra bisnis.

Ia meminta peserta memanfaatkan pembekalan dengan meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, dan membangun kapasitas produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Menurut John, bencana berdampak tidak hanya pada sarana dan prasarana usaha. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu produksi, rantai pasok, distribusi, akses pasar, hingga hubungan pelaku usaha dengan konsumen.

“Bencana tidak hanya merusak sarana dan prasarana usaha, tetapi juga mengganggu produksi, rantai pasok, distribusi, akses pasar, hingga hubungan usaha dengan konsumen. Karena itu, pemulihan UMKM harus diarahkan agar pelaku usaha mampu bangkit, berkembang, memperluas pasar, dan naik kelas,” ujar John Kenedy Azis.

Ia juga mengapresiasi Kementerian UMKM RI yang memilih Kabupaten Padang Pariaman sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program pemulihan UMKM terdampak bencana.

John menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2025 tentang Percepatan Penanganan Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Untuk memotivasi pelaku usaha, John mencontohkan Sulaman Kapalo Samek dan Kampia Siriah yang berhasil meraih penghargaan pada ajang KriyaNusa 2026 di Jakarta. “Prestasi itu membuktikan bahwa produk UMKM Padang Pariaman mampu bersaing di tingkat nasional. Saya berharap ini menjadi penyemangat bagi seluruh pelaku usaha bahwa produk lokal kita memiliki peluang besar untuk tampil dan dikenal lebih luas,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus berperan sebagai fasilitator dan membuka akses bagi pelaku usaha. Namun, menurutnya, perkembangan usaha tetap membutuhkan kemauan dan kerja keras dari masing-masing pelaku UMKM.

“Kami memfasilitasi dan membuka akses. Namun untuk berkembang dan maju, tentu harus dibarengi dengan kemauan serta kerja keras dari pelaku usahanya sendiri. Serap ilmu yang diberikan hari ini dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan usaha masing-masing,” tambahnya.

Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Astri Harny Tresnasari berharap pembekalan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas dan daya saing peserta.

Tahapan berikutnya adalah Business Matching yang dijadwalkan pada 4 hingga 5 November 2026. Dalam tahap ini, pelaku UMKM akan dipertemukan secara langsung dengan calon pembeli, mitra usaha, BUMN, asosiasi, dan offtaker potensial.

Sebelum memasuki tahap tersebut, kementerian akan melakukan identifikasi dan kurasi terhadap UMKM yang dinilai siap mengikuti Business Matching. Penilaian mencakup potensi produk, kapasitas produksi, kualitas dan konsistensi, kesiapan legalitas, kemampuan memenuhi kebutuhan pasar, serta komitmen menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk.

“Kami berharap melalui program ini UMKM tidak hanya pulih, tetapi juga mampu memperluas jaringan usaha, meningkatkan omzet, dan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Astri.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Kementerian UMKM RI berharap pelaku usaha terdampak bencana dapat kembali produktif, memperkuat daya saing, serta memperoleh peluang kemitraan yang lebih luas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version