AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
11,403 view

Pengelolaan Sampah di Kota Pariaman Didukung Kementerian LHK

Momen menarik dalam berita yang melibatkan Pengelolaan Sampah di Kota Pariaman,Sedekah Botol Plastik,sebotik.
ASN Pemko Pariaman saat menjalani sedekah botol plastik, Rabu (27/8/2025). Upaya pengelolaan sampah di Kota Pariaman ini mendapat dukungan dari Kementerian LHK. (Foto: Diskominfo Pariaman)

Pariaman, AyoSumbar.id – Pengelolaan sampah di Kota Pariaman kini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Pada Rabu (27/8/2025), Pusat Sarana Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusarpedal) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) hadir memberikan pendampingan langsung, sebuah langkah yang diharapkan mampu membawa angin segar bagi kota pesisir ini.

Kehadiran Kepala Pusat Sarana Pengendalian Lingkungan Hidup, Sinta Saptarina Soemiarno, bersama tim, disambut hangat oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi penting mengenai upaya mengatasi permasalahan sampah yang kian kompleks di daerah.

Yota Balad menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat. Ia menegaskan, meski pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, namun peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama. “Kami berterima kasih kepada Kementerian LHK atas pendampingan ini, semoga melalui bimbingan ini lahir solusi nyata yang bisa kami jalankan,” ujarnya.

Selama ini, Pemerintah Kota Pariaman telah melakukan berbagai langkah untuk menekan persoalan sampah. Program pemilahan sampah basah dan plastik, gerakan Sedekah Botol Plastik (Sebotik), hingga inovasi “Bank Sampah Bisa Jadi Uang” dan “Sabiju Liber” (Sampah Bikin Lingkungan Bersih) menjadi andalan. Menurut Yota, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Melalui bank sampah, masyarakat kami bisa ikut menabung dengan cara mengumpulkan sampah bernilai ekonomi. Sampah plastik dan kering disalurkan ke pasar daur ulang, sehingga warga bisa memperoleh keuntungan sekaligus membantu mengurangi volume sampah,” jelas Yota.

Lebih jauh, ia berharap pendampingan dari Kementerian LHK bisa memberi arah bagi pengelolaan sampah di Kota Pariaman yang lebih terstruktur, bahkan hingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusarpedal, Sinta Saptarina, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang telah dilakukan Pemko Pariaman. Menurutnya, program Sebotik dan Sabiju Liber merupakan terobosan yang patut menjadi contoh bagi daerah lain.

“Kami siap memberikan dukungan dari sisi kebijakan maupun teknis. Pertemuan ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi pusat dan daerah, demi mencapai target nasional pengurangan sampah serta membangun sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Perkim LH, Feri Andri, bersama jajaran, serta Kabag Umum Afdilla. Kehadiran mereka menegaskan bahwa isu sampah bukan hanya pekerjaan satu pihak, melainkan kerja bersama yang membutuhkan sinergi seluruh elemen.

Pendampingan dari Kementerian LHK ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran diskusi, melainkan berlanjut pada aksi nyata di lapangan. Sebab, pengelolaan sampah yang baik bukan hanya menjaga kebersihan kota, tetapi juga bagian dari warisan lingkungan sehat untuk generasi mendatang. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version