AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
9,513 view

Pengiriman Ganja Paket Besar via Jasa Ekspedisi Ketahuan di BIM

Gambar investigasi yang memberikan bukti baru terkait Pengiriman ganja,pengiriman narkoba via J&T Express.
Petugas Avsec BIM dan saksi menunjukkan paket ganja yang digagalkan dalam upaya pengiriman narkoba via J&T Express menuju Jakarta. (Foto: Istimewa)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Upaya pengiriman ganja via jasa ekspedisi J&T Express berhasil digagalkan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu (11/10/2025) pukul 06.30 WIB. Petugas menemukan tujuh kilogram ganja saat pemeriksaan X-ray di area kargo bandara.

Petugas menemukan narkoba jenis ganja itu dalam kardus berlakban berisi enam paket kering siap edar. Paket tersebut hendak dikirim ke Jakarta melalui pengiriman ganja via J&T Express dengan nomor resi 92024785983, menggunakan penerbangan Super Air Jet IU817 yang dijadwalkan berangkat pukul 07.55 WIB.

Berdasarkan data pengiriman, pengirim tercatat bernama OKI, warga Batusangkar, Tanah Datar. Sementara penerima tertulis atas nama OM GUS, beralamat di Jalan Kebun Jati Sebrang Blok G, Soto Bogor, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dua saksi menyaksikan langsung temuan pengiriman narkoba via J&T Express tersebut, yakni Diva Romi Hersadi (34), petugas Avsec BIM asal Kota Padang, dan Rahmad Hidayat (34), karyawan swasta sekaligus driver J&T Express. Setelah memastikan isi paket adalah ganja, petugas menyita barang bukti dan menyerahkannya ke Polsek Kawasan BIM pukul 08.35 WIB.

Kepala Polsek Kawasan BIM, Iptu Mike Wiberki, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Padang Pariaman untuk penyelidikan lanjutan. “Kami segera tindaklanjuti kasus ini bersama Satres Narkoba Polres Padang Pariaman agar jaringan pengiriman segera terungkap,” ujarnya.

Kasat Reserse Narkoba Polres Padang Pariaman, Iptu Yosvenli Dasman, membenarkan pelimpahan kasus pengiriman narkoba via J&T Express tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya kini memburu pengirim dan penerima paket yang tertera dalam data pengiriman. “Kami sedang menelusuri jaringan ini, termasuk identitas asli pengirim dan penerima,” kata Yosvenli.

Menurutnya, sindikat narkoba sering memanfaatkan jalur udara karena dianggap lebih aman dan cepat. Namun, ketelitian petugas Avsec kembali menggagalkan modus pengiriman tersebut. “Petugas Avsec sigap dan profesional. Ini bukti sinergi kuat antara pihak bandara dan kepolisian,” tuturnya.

Pihak Avsec BIM menyebut, kejadian pengiriman ganja via J&T Express bukan yang pertama kali. “Kasus serupa pernah terjadi, tetapi selalu kami gagalkan berkat pengawasan ketat di pintu masuk kargo,” ujar salah satu petugas Avsec.

Hingga kini, Satuan Reserse Narkoba Polres Padang Pariaman masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan pengiriman ganja lintas provinsi. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak ekspedisi dan maskapai penerbangan guna menelusuri pola serta asal-usul pengiriman yang digunakan pelaku.

Keterangan foto: Petugas Avsec Bandara Internasional Minangkabau menunjukkan paket ganja yang digagalkan dalam upaya pengiriman narkoba via J&T Express menuju Jakarta. (*)

Avatar of Arditono
M Afif Azari
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version