Perahu Timpek Tabrak Karang di Sungai Batang Hari, Operator Masih Hilang dan Dalam Pencarian Tim SAR
Solok Selatan,Ayosumbar.id — Sebuah perahu tradisional jenis timpek milik warga Nagari Lubuk Ulang Aling mengalami kecelakaan setelah menghantam batu karang di aliran Sungai Batang Hari, tepatnya di kawasan Pulau Panjang, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Minggu (15/3/2026).
Perahu yang saat itu membawa tiga orang penumpang mengalami insiden saat melintasi sungai. Dua orang penumpang berhasil menyelamatkan diri dari kecelakaan tersebut, namun nahas bagi operator perahu yang hingga kini masih dinyatakan hilang dan sedang dalam proses pencarian oleh tim SAR.
Kepala Basarnas Solok Selatan, Vivin Hans Prima, membenarkan peristiwa kecelakaan perahu tersebut saat tim melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (Ops SAR).
Menurutnya, perahu yang dikemudikan oleh operator bernama Wis Efendi 55 tahun menghantam batu karang di tengah aliran Sungai Batang Hari. Benturan tersebut menyebabkan operator perahu terjatuh ke sungai dan terbawa arus.
“Korban yang masih dalam pencarian bernama Wis Efendi, warga Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari,” jelas Vivin.
Berdasarkan kronologi kejadian, pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, Wis Efendi berangkat dari rumah untuk bekerja sebagai operator perahu yang melayani penyeberangan di Sungai Batang Hari. Saat itu perahu membawa tiga orang, yakni Wis Efendi sebagai operator dan dua orang penumpang.
Sekitar pukul 14.00 WIB, ketika melintas di kawasan Pulau Panjang, perahu yang dikemudikan korban tiba-tiba menghantam batu karang. Akibat benturan keras tersebut, Wis Efendi terjatuh ke sungai dan terseret arus, sementara dua penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Sejak laporan kejadian diterima, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Solok Selatan, BPBD Solok Selatan, TNI, Polri, Camat Sangir Batang Hari, Wali Nagari Lubuk Ulang Aling, serta masyarakat setempat.
Namun proses pencarian tidak berjalan mudah. Tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti debit air sungai yang meningkat serta kondisi jalan darat menuju lokasi yang berlumpur dan cukup sulit dilalui.
Meski demikian, tim SAR tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban.
“Kami berharap cuaca mendukung agar pencarian bisa terus dilakukan hingga korban berhasil ditemukan,” pungkasnya. (adi)
