AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
4,991 view

Peringatan Dini Gawat Darurat Hidrometeorologi, Mahyeldi Minta Warga Sumbar Waspada

Berita visual: bagaimana Peringatan dini gawat darurat hidrometeorologi,peringatan dini gawat darurat,longsor di berbagai wilayah Sumbar menjadi perhatian masyarakat?
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberikan imbauan kepada masyarakat terkait peringatan dini gawat darurat hidrometeorologi yang dikeluarkan BMKG, Minggu (23/11/2025). (Foto: Biro Adpim Setdaprov Sumbar)

Padang, AyoSumbar.id – Peringatan dini gawat darurat hidrometeorologi yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau untuk periode 21–27 November 2025 mendorong Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah menilai dinamika atmosfer yang menguat berpotensi memicu hujan lebat, banjir, hingga tanah longsor di berbagai wilayah Sumbar.

BMKG mengeluarkan peringatan dini gawat darurat setelah melihat penguatan pola cuaca yang mendongkrak peluang terjadinya bencana hidrometeorologi. Kondisi atmosfer itu membuka ruang baru bagi potensi banjir dan longsor yang lebih tinggi.

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia menginstruksikan seluruh pemerintah daerah hingga nagari untuk bersiaga penuh, sekaligus mengajak masyarakat saling menjaga dan membantu menghadapi ancaman cuaca ekstrem.

“Kami mengingatkan masyarakat Sumbar agar tetap waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor. Keselamatan harus kita utamakan. Mari saling mengingatkan dan saling menjaga,” ujar Mahyeldi di Padang, Minggu (23/11/2025).

Dalam rilis resminya, BMKG menjelaskan beberapa faktor yang mendorong meningkatnya risiko hidrometeorologi. Penguatan Monsun Asia memicu dominasi angin baratan yang membawa massa udara lembap dari Samudra Hindia ke wilayah Sumbar. Massa udara tersebut kemudian bertemu topografi Pegunungan Bukit Barisan dan mendorong pembentukan awan hujan lebat melalui proses orographic lifting.

Fenomena IOD negatif serta aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial turut memperkuat awan konvektif, terutama di wilayah pesisir barat dan kawasan perbukitan. Kombinasi dinamika atmosfer ini meningkatkan potensi banjir, longsor, banjir bandang, genangan, petir, angin kencang, hingga risiko jalan licin.

BMKG juga menetapkan 14 kabupaten/kota dalam status siaga penuh, meliputi Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, Limapuluh Kota, serta wilayah rawan lainnya.

Menindaklanjuti peringatan dini gawat darurat tersebut, Gubernur meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota melalui BPBD memperkuat kesiapsiagaan, terutama bagi daerah yang sudah ditetapkan dalam status siaga.

“Saya meminta BPBD provinsi dan kabupaten/kota memperkuat pemantauan, mengecek kesiapan personel, peralatan, hingga jalur evakuasi. Kita harus bergerak cepat dan tepat agar masyarakat terlindungi,” tegas Gubernur.

Mahyeldi juga mengimbau masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan, bantaran sungai, dan zona rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting dan memahami jalur evakuasi di lingkungan masing-masing.

“Masyarakat harus proaktif memantau informasi dari kanal resmi seperti BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah. Jangan percaya informasi yang sumbernya tidak jelas,” tutup Mahyeldi. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Arditono
Aprizal Noer
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version