Pesona dan Keunikan Tanduak Ameh di Parade Baju Adat Solok Selatan
Solok Selatan, AyoSumbar.id – Keanggunan busana penganten khas Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan, kembali mencuri perhatian publik dalam ajang Parade Baju Adat yang digelar di RTH Solok Selatan, di Padang Aro, Jumat sore (2/1/2026).
Ajang busana adat yang di tampilkan oleh setiap Kenagarian se Kabupaten Solok Selatan, pakaian adat kebanggaan nagari dengan mahkota ikonik “Tanduak Ameh” tampil memukau sebagai simbol keagungan adat dan jati diri anak daro Minangkabau.
Sekretaris Daerah Solok Selatan, Dr. H. Syamsurizaldi, S.IP, SE, MM, didampingi Ketua DWP Solok Selatan, Ny. Fitri Syamsurizaldi, terlihat anggun menggunakan mahkota “Tanduak Ameh” dengan balutan baju anak daro merah menyala.
“Kebanggaan tersendiri dirasakan para pemakai busana adat ini, karena mengenakan pakaian penganten dari tanah kelahiran sendiri. Warisan penganten Nagari Lubuk Malako yang memikat perhatian publik dalam ajang parade baju adat di RTH ini, tampil mempesona dengan tanduak ameh,” kata Syamsurizaldi.
Pria yang akrab disapa Uncu itu bercerita, suasana semakin semarak berkat dukungan penuh para bundo kanduang, induak, dan aciak Nagari Lubuk Malako yang dengan penuh dedikasi mempersiapkan seluruh kelengkapan adat sejak beberapa hari sebelumnya.
Persiapan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bundo Kanduang Ibuk Alimarni, didampingi Aciak Witna dan Desi, koreografer Ardi, S.Pd, serta juru hias Defni, dengan dukungan fasilitasi dari Pemerintahan Nagari Lubuk Malako.
“Kekompakan dan semangat gotong royong terlihat jelas dalam setiap detail busana yang ditampilkan. Ini kebanggaan kami mengenakan warisan penganten tanah kelahiran kami,” tutur Mantan Dosen Fisip Unand itu.
Dijelaskannya, salah satu momen sakral terjadi saat pemasangan saluak Dt. Bando Panai, yang dilakukan oleh induak bako Uwang Tigo Lareh Ibuk Novia Susanti, S.Pd dan Elvi Susanti, S.Pd, bertempat di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan.
Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Susi Maryoni, S.Pd, M.Pd, menambah nilai adat dan kekeluargaan yang kental.
Busana adat penganten Lubuk Malako ini juga dikenakan oleh sejumlah tokoh daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan Uwo H. Hamudis, S.Pd beserta istri Uni Ida Nopatni, S.Pd, M.Pd, serta Pj. Wali Nagari Lubuk Malako Abdul Redha, S.Pt, MP bersama Ny. Elni Siswati Abdul Redha, Ketua TP-PKK Nagari Lubuk Malako.
Melalui parade ini, masyarakat berharap pakaian adat dengan ciri khas Tanduak Ameh tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi terus diwariskan dan dilestarikan oleh generasi muda Nagari Lubuk Malako sepanjang masa.
“Dengan semangat kebersamaan, Lubuk Malako sebagai Nagari Madani diharapkan semakin maju, berdaya saing, dan berjaya di masa mendatang. Dan kegiatan ini menjadi bukti bahwa adat dan budaya Minangkabau tetap hidup, tumbuh, dan relevan di tengah perkembangan zaman,” imbuhnya. (adi)
