Pilwana Padang Pariaman 2026, Polres Petakan Kerawanan dan Siapkan Strategi Pengamanan Menyeluruh
Risiko juga dapat muncul saat penghitungan suara, seperti manipulasi hasil pemungutan suara, pencurian kotak suara, sabotase, dan teror terhadap petugas. Setelah hasil pemilihan ditetapkan, aparat turut mengantisipasi aksi unjuk rasa pendukung calon yang kalah, penolakan hasil penghitungan suara, intimidasi terhadap penyelenggara, serta penolakan penandatanganan berita acara oleh saksi.
Pada tahap pelantikan wali nagari terpilih, kepolisian juga mengantisipasi kemungkinan demonstrasi, pemblokiran akses menuju lokasi pelantikan, ancaman, intimidasi, sabotase, hingga penculikan yang dapat mengganggu jalannya prosesi.
Untuk mengantisipasi seluruh potensi tersebut, aparat akan mengedepankan langkah deteksi dini melalui pengumpulan informasi dan pemetaan kerawanan. Pembinaan serta penyuluhan kepada masyarakat juga terus dilakukan guna meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Polres Padang Pariaman juga akan melaksanakan penjagaan, pengaturan, patroli, dan pengawalan di berbagai titik strategis pada setiap tahapan Pilwana Padang Pariaman 2026. Penegakan hukum akan dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti mengganggu atau menggagalkan proses pemilihan, baik terkait tindak pidana umum maupun kejahatan siber.
“Di samping itu, aparat juga akan melakukan monitoring, profiling dan penindakan terhadap potensi aksi teror, memperkuat edukasi publik untuk menangkal penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan, serta menyiapkan dukungan logistik, teknologi informasi, layanan kesehatan, sarana dan prasarana lainnya guna memastikan seluruh tahapan Pilwana Serentak berlangsung aman, tertib, lancar dan demokratis,” tegasnya. (*)
