AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
4,172 view

PMI Talamau Terus Siaga Hadapi Ancaman Longsor dan Banjir

Foto yang menangkap dinamika PMI Talamau,PMI Kecamatan Talamau dalam peristiwa besar.
Tim Relawan PMI Kecamatan Talamau bersama Ketua Posko Yuheldi meninjau kondisi retakan tanah di Jalan Pasanggiang, Nagari Talu, Kamis (25/12/2025). Peninjauan dilakukan untuk memastikan perkembangan pergerakan tanah dan kesiapan alat peringatan dini di tengah curah hujan tinggi. (Saipen/TimAS)

Pasaman Barat, AyoSumbar.id – Relawan PMI Talamau terus bersiaga di posko utama untuk memantau kondisi retakan tanah di Pasanggiang, Nagari Talu. Pemantauan intensif dilakukan mengingat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Empat hari lalu, tim mencatat adanya pergerakan tanah sekitar 5 cm di lokasi retakan. Besok, tim kembali dijadwalkan memeriksa perkembangan alat peringatan dini untuk memastikan apakah ada pergerakan tambahan yang signifikan. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dari sistem deteksi dini yang diandalkan masyarakat setempat.

Selain pemantauan retakan, relawan juga melakukan pengecekan debit air di Pasanggiang pada Kamis, 25 Desember 2025. Debit air sungai yang meningkat menjadi indikator awal potensi banjir, sehingga pemantauan rutin dilakukan agar masyarakat bisa segera mendapat informasi jika kondisi memburuk.

Ketua Posko PMI Kecamatan Talamau, Yuheldi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan komitmen bersama untuk melindungi masyarakat. “Setiap kali cuaca mulai ekstrem, tim relawan langsung siaga penuh di posko. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, sekaligus memastikan informasi cepat tersampaikan jika terjadi kondisi darurat,” ujarnya.

Yuheldi juga menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah nagari dan aparat setempat terus dilakukan agar langkah penanganan bisa lebih cepat dan terarah. “Kami tidak hanya memantau, tetapi juga menyiapkan jalur evakuasi dan memastikan alat peringatan dini berfungsi dengan baik. Semua ini demi keselamatan warga,” katanya.

Relawan PMI Talamau bekerja bergantian menjaga posko, terutama saat malam hari ketika intensitas hujan meningkat. Saat ini, terdapat 20 relawan aktif yang terlibat dalam pemantauan, dengan dukungan peralatan berupa alat ukur retakan tanah, sirene peringatan dini, radio komunikasi, dan kendaraan operasional.

Masyarakat Pasanggiang menyambut baik kehadiran relawan PMI. Sejumlah warga menyampaikan bahwa keberadaan posko membuat mereka lebih tenang menghadapi cuaca ekstrem. “Kami merasa lebih aman karena ada yang memantau kondisi tanah dan air setiap saat,” ungkap salah seorang warga.

Selain pemantauan teknis, PMI Talamau juga menyiapkan rencana evakuasi darurat bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Jalur evakuasi sementara telah ditandai di beberapa titik aman yang jauh dari tebing rawan longsor.

Pemerintah daerah melalui BPBD Pasaman Barat turut mendukung langkah PMI dengan menyediakan data cuaca dari BMKG serta koordinasi teknis di lapangan. BMKG sendiri telah merilis peringatan dini bahwa wilayah Sumatera Barat, termasuk Pasaman Barat, masih berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang hingga akhir Desember 2025.

Dengan curah hujan yang masih tinggi, PMI Talamau menegaskan bahwa seluruh masyarakat wajib siaga. Relawan akan terus berjaga di posko, memantau retakan tanah, debit air, serta memastikan alat peringatan dini berfungsi optimal. Kesiapsiagaan ini menjadi benteng utama agar masyarakat tidak lengah menghadapi ancaman longsor dan banjir. (*)

Avatar of Saipen Kasri
Avatar of Arditono
Saipen Kasri
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version