AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
987 view

Program Listrik Pedesaan Dibutuhkan 6 Nagari di Padang Pariaman

Analisis tren: bagaimana Listrik pedesaan menjadi perhatian dunia?
Wabup Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, saat menyampaikan usulan Program Listrik Perdesaan di Kantor PT PLN UID Sumatera Barat, Kamis (1/10/2026). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Kebutuhan listrik pedesaan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam forum sinkronisasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) di Kantor PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat, Kamis (1/10/2026).

Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat menyampaikan usulan kebutuhan tersebut dalam forum Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan dari Pemerintah Daerah serta Fasilitasi Penyiapan Lahan dan Penyelesaian Perizinan.

Rahmat hadir bersama Kepala Dinas Perhubungan Padang Pariaman Zahirman dan Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Padang Pariaman Mulyadi.

Forum itu dihadiri Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM Andriah Feby Misna. Hadir pula perwakilan Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, PT PLN (Persero), ESDM Provinsi Sumatera Barat, serta kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Program Listrik Pedesaan merupakan program pemerintah bersama PT PLN (Persero). Sasarannya mencakup wilayah pedesaan, daerah terpencil, serta kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Perluasan jaringan melalui program itu diarahkan untuk memperkuat pemerataan akses energi. Ketersediaan listrik juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah pusat bersama PLN memaparkan rencana pengembangan layanan kelistrikan desa di Sumatera Barat dalam forum tersebut. Sebanyak 91 lokasi usulan Lisdes tercatat tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Seluruh usulan itu akan melewati verifikasi, sinkronisasi data, dan proses administrasi sesuai ketentuan. Pelaksanaan program ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.

Forum tersebut juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan pengembangan jaringan listrik di wilayah masing-masing. Padang Pariaman turut membawa hasil pendataan kebutuhan masyarakat untuk dimasukkan dalam program.

Rahmat Hidayat mengapresiasi pemerintah pusat dan PLN atas komitmen memperluas akses listrik. Menurutnya, program tersebut dibutuhkan masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan layanan kelistrikan.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengucapkan terima kasih atas Program Lisdes ini. Program ini sangat membantu masyarakat kami yang hingga saat ini masih mengalami keterbatasan akses listrik,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan yang telah kami lakukan, terdapat 578 usulan yang dihimpun, dengan sekitar 127 calon penerima manfaat yang tersebar di enam nagari untuk diusulkan dalam program ini,” sambung Rahmat.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga mengharapkan pendampingan teknis selama proses pengajuan. Pendampingan dinilai penting agar penginputan data memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

“Kami berharap adanya pendampingan dalam proses pengusulan sehingga data yang disampaikan benar-benar sesuai dan kebutuhan masyarakat yang telah kami inventarisasi dapat terakomodasi melalui Program Lisdes ini,” tambahnya.

Rahmat menilai listrik memiliki fungsi yang lebih luas daripada pemenuhan kebutuhan dasar. Menurut dia, ketersediaan listrik turut menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tindak lanjut forum akan dilakukan melalui coaching clinic pada hari berikutnya. Pendampingan itu berfokus pada pengisian dan pengajuan usulan Program Listrik Desa.

Melalui tahapan tersebut, pemerintah daerah akan memastikan seluruh data yang diajukan memenuhi ketentuan. Usulan selanjutnya diproses sesuai mekanisme Program Lisdes yang berlaku. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version