Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan di Padang Selama Ramadhan
Padang, AyoSumbar.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan terus dilaksanakan di Kota Padang selama bulan suci Ramadhan, meskipun kegiatan belajar mengajar reguler ditiadakan dan digantikan dengan aktivitas keagamaan.
Pemerintah Kota Padang tetap mewajibkan seluruh siswa untuk datang ke sekolah masing-masing guna mengambil paket gizi yang telah disediakan. Kebijakan ini dilakukan agar kebutuhan nutrisi pelajar tetap terpenuhi selama masa libur Ramadhan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menegaskan bahwa langkah tersebut sesuai dengan arahan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional.
“Kota Padang sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN), tetap memberikan MBG bagi seluruh siswa sekolah,” ujar Yopi dikutip Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa kalender pendidikan menetapkan libur sekolah mulai 14 Februari hingga setelah Lebaran. Selama periode itu, siswa mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan yang dipusatkan di masjid dan musala di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Meski demikian, distribusi gizi tetap berjalan dan sekolah difungsikan sebagai titik pengambilan.
“Meski siswa fokus di Pesantren Ramadhan, akan tetapi siswa wajib mendatangi sekolah untuk mengambil paket MBG,” kata Yopi.
Untuk memudahkan operasional, Pemko Padang menerapkan sistem pengambilan secara rapel dengan frekuensi dua kali dalam sepekan. “MBG dirapel sekali dalam tiga hari, silakan datangi sekolah pada hari Senin dan Jumat untuk mengambil MBG dan dibawa pulang,” jelasnya.
Selain mekanisme distribusi, jenis menu juga disesuaikan karena siswa menjalankan ibadah puasa. Makanan berat dinilai kurang efektif karena berisiko basi jika tidak segera dikonsumsi.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menyebutkan bahwa menu nasi dan lauk diganti sementara dengan makanan ringan. “Seperti libur-libur sebelumnya, menu MBG diubah menjadi makanan ringan,” ujar Alfiadi.
Menu pengganti meliputi biskuit, susu kotak, dan jenis kudapan lain yang memiliki daya simpan lebih lama. Ia memastikan komposisi gizi tetap diperhitungkan secara matang.
Menurutnya, pilihan tersebut tetap memenuhi unsur protein yang dibutuhkan siswa dan aman dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. (*)
