AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik

Rano Karno Pulang Kampuang ke Bonjol, Disambut Hangat Ribuan Warga

Berita visual: bagaimana Pasaman menjadi perhatian masyarakat?
Bupati Pasaman Welly Suhery beserta jajaran Pemkab Pasaman dan ribuan warga antusias menyambut kedatangan “Si Doel” Rano Karno, putra keturunan Bonjol, bersama warga di pelataran Museum Tuanku Imam Bonjol, Equator, Pasaman, Selasa (14/4/2026).

Pasaman, Sumatera Barat, Ayosumbar.id— Selasa, 14 April 2026

Kepulangan aktor sekaligus tokoh publik Rano Karno ke kampung leluhurnya di Bonjol, Kabupaten Pasaman, berlangsung penuh haru dan kehangatan. Momen yang telah lama dinantikan masyarakat ini menjadi ajang silaturahmi yang sarat makna antara perantau dan kampung halaman.

Sejak pagi, ribuan warga telah memadati kawasan Museum Tuanku Imam Bonjol dan Tugu Equator untuk menyambut kedatangan sosok yang dikenal luas melalui perannya sebagai “Si Doel”. Antusiasme masyarakat terlihat dari kerumunan yang memenuhi sepanjang jalur lintas Sumatera di sekitar lokasi penyambutan.

Rano Karno tiba sekitar pukul 09.30 WIB bersama sang istri, Dewi Karno, serta rombongan keluarga. Kedatangannya disambut secara adat melalui Tari Pasambahan oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman dan masyarakat setempat.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyambutan meriah tersebut merupakan bentuk kebanggaan sekaligus kerinduan masyarakat terhadap Rano Karno sebagai putra keturunan Bonjol yang telah sukses di perantauan.

“Selamat datang di Ranah Pasaman, khususnya Bonjol, tanah bersejarah tempat perjuangan Tuanku Imam Bonjol. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan bagi kami semua,” ujar Welly.

Ia juga menekankan nilai historis lokasi penyambutan yang berada di kawasan museum pahlawan nasional tersebut. Menurutnya, momentum ini diharapkan dapat mempererat hubungan emosional sekaligus membuka peluang kontribusi Rano Karno dalam pembangunan daerah.

Selain itu, Welly turut mempromosikan potensi wisata Pasaman, seperti kawasan equator dan rencana pengembangan planetarium, sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.

Menanggapi sambutan hangat tersebut, Rano Karno mengaku terharu dan berterima kasih atas perhatian masyarakat dan pemerintah daerah.

“Saya sangat tersentuh dengan sambutan ini. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga membuka peluang kerja sama antara daerah penghasil pertanian seperti Pasaman dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mengingat keterbatasan lahan pertanian di ibu kota.

Dalam kunjungannya kali ini—yang merupakan kunjungan ketiga setelah jeda sekitar satu dekade—Rano Karno menegaskan bahwa kepulangannya juga dilandasi keinginan menjaga hubungan keluarga dan melanjutkan amanah almarhum ibundanya.

“Saya ingin memastikan silsilah keluarga tetap terjaga. Ini bagian dari tanggung jawab saya terhadap keluarga,” tuturnya.

Selama berada di Bonjol, Rano Karno dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda, di antaranya peletakan batu pertama pembangunan rumah keluarga, ziarah ke makam leluhur, kunjungan ke situs bersejarah, serta menghadiri tradisi makan bajamba di rumah pusaka keluarga di Kampuang Jambak.

Acara penyambutan juga diisi dengan penyerahan bantuan berupa perlengkapan seminar kepada pelajar serta pertukaran cinderamata antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dan rombongan dari DKI Jakarta.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih intens antara Rano Karno dan kampung halamannya, sekaligus membawa dampak positif bagi kemajuan Bonjol dan Kabupaten Pasaman di masa mendatang.(***)

Avatar of M. Abdi Lubis
Avatar of M. Abdi Lubis
Avatar of M. Abdi Lubis
M. Abdi Lubis
Penulis
M. Abdi Lubis
Editor
Avatar of M. Abdi Lubis
M. Abdi Lubis
Reporter
Exit mobile version