AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
952 view

Revitalisasi RPH Padang Disiapkan 2027, Ini Fasilitas yang Akan Dibenahi

Ilustrasi berita eksklusif yang menyoroti Revitalisasi RPH Padang.
Wako Padang, Fadly Amran, saat meninjau sarana dan prasarana Rumah Potong Hewan Ruminansia Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Senin (12/10/2026), untuk memastikan kelayakan fasilitas pemotongan hewan menjelang rencana revitalisasi pada 2027. (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, AyoSumbar.id – Revitalisasi RPH Padang direncanakan pada 2027 untuk meningkatkan kelayakan fasilitas pemotongan sapi sekaligus mendukung distribusi daging yang aman, sehat, utuh, dan halal. Rencana investasi tersebut mengemuka setelah Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia di Kelurahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Senin (12/10/2026).

Pemerintah Kota Padang menargetkan pembenahan sejumlah fasilitas, mulai dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hingga sarana pengangkutan daging. Perbaikan ini juga diarahkan untuk memenuhi standar sertifikasi resmi dan menunjang penyaluran daging ke berbagai sektor kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Fadly Amran mengidentifikasi beberapa kebutuhan pembenahan di RPH Ruminansia Aie Pacah. Salah satu prioritasnya adalah perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah agar fasilitas pengelolaan limbah dapat menjadi bagian dari peningkatan kelayakan operasional.

“Selain IPAL, pemerintah kota merencanakan penambahan sistem penggantung sapi setelah pemotongan. Pembaruan papan nama dan penyediaan kendaraan khusus untuk mengangkut daging juga masuk dalam daftar kebutuhan yang dicatat,” jelas Fadly.

Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana milik pemerintah daerah berada dalam kondisi layak. Ketersediaan fasilitas yang memadai diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan daging masyarakat sesuai prinsip aman, sehat, utuh, dan halal.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, yang mendampingi Wako Padang, menjelaskan bahwa RPH Ruminansia Aie Pacah memiliki kapasitas pemotongan antara 30 hingga 50 ekor sapi setiap hari.

“Namun, tingkat operasional saat ini berada pada kisaran 15 hingga 20 ekor per hari. Angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah pemotongan harian masih berada di bawah kapasitas maksimal fasilitas tersebut,” jelasnya.

Yoice optimistis revitalisasi yang direncanakan pada 2027 dapat meningkatkan kelayakan operasional rumah potong hewan tersebut. Pembenahan sarana dan prasarana menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan RPH dalam menjalankan kegiatan pemotongan hewan secara layak serta mendukung kebutuhan distribusi daging.

“Rencana revitalisasi RPH Padang tidak hanya menyasar perbaikan infrastruktur. Pemerintah kota juga ingin memperkuat tata kelola distribusi daging agar dapat memenuhi kebutuhan berbagai saluran penyaluran,” sambungnya.

Distribusi yang menjadi sasaran mencakup pasar tradisional, restoran, hotel, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk mendukung tujuan tersebut, keberadaan armada khusus pengangkut daging menjadi salah satu aspek yang direncanakan untuk dibenahi. Sarana ini tercantum dalam sejumlah kebutuhan yang dicatat saat peninjauan oleh wali kota.

“Pemko Padang berkomitmen mengalokasikan investasi revitalisasi pada 2027. Program tersebut juga ditujukan untuk mendukung pemenuhan standar sertifikasi resmi bagi fasilitas pemotongan hewan,” ucapnya.

Yoice Yuliani menyatakan optimisme bahwa pembenahan fasilitas RPH Ruminansia Aie Pacah akan meningkatkan kelayakan operasionalnya. Ia juga mengaitkan rencana revitalisasi tersebut dengan komitmen Kota Padang untuk mewujudkan diri sebagai kota gastronomi dunia.

“Dengan kapasitas pemotongan mencapai 30 hingga 50 ekor sapi per hari, RPH Ruminansia Aie Pacah memiliki kemampuan operasional yang dapat dikembangkan melalui pembenahan fasilitas,” tukasnya. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Aris Prima Gunawan
Aprizal Noer
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version