AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
11,431 view

Sedekah Botol Plastik jadi Gerakan Kolektif ASN Perkim LH Pariaman

Foto yang menangkap momen emosional dalam berita tentang Sedekah Botol Plastik,Sebotik.
Wawako Pariaman, Mulyadi, memberikan apresiasi dan ikut serta bersama ASN Dinas Perkim LH yang yang menjalankan program Sedekah Botol Plastik usai apel pagi di halaman kantor Perkim LH, Rabu (27/8/2025). (Foto: Diskominfo Pariaman)

Pariaman, AyoSumbar.id – Sedekah Botol Plastik menjadi langkah kecil yang bermakna besar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Pariaman. Di setiap pagi, botol-botol plastik bekas yang biasanya hanya berakhir di tempat sampah kini justru disulap menjadi “sedekah” yang bermanfaat, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.

Gerakan yang dikenal dengan nama Sedekah Botol Plastik (Sebotik) itu mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi. Ia menyampaikan penghargaan tersebut saat memimpin Apel Pagi di halaman kantor Perkim LH, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Pariaman Tengah, pada Rabu (27/8/2025).

“Saya benar-benar mengapresiasi langkah yang dilakukan Dinas Perkim LH. Saya melihat semua ASN ikut berpartisipasi membawa sampah botol plastik dari rumah masing-masing. Tentu hal ini sedikit banyak sudah membantu mengurangi masalah sampah plastik di Kota Pariaman,” ungkap Mulyadi.

Menurutnya, gerakan ini sangat relevan karena Perkim LH merupakan dinas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia berharap, inisiatif tersebut bisa dipertahankan, diperluas, bahkan ditularkan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Dengan begitu, upaya memilah sampah dari hulu hingga hilir dapat berjalan lebih optimal.

Mulyadi menambahkan, jika kegiatan ini dijalankan dengan komitmen bersama, manfaatnya akan terasa luas: ekonomi yang lebih baik, lingkungan yang sehat, dan suasana kota yang aman serta nyaman. “Saya ingin kolaborasi antara pemerintah, dinas, dan masyarakat semakin erat. Jangan sibuk mencari kekurangan, tapi mari kita saling melengkapi. Dengan begitu, Perkim LH akan makin kuat ke depannya,” tutur dia.

Awal Mula Sebotik

Kepala Dinas Perkim LH Kota Pariaman, Feri Andri, menuturkan bahwa program Sebotik telah dimulai sejak 2024. Tidak hanya di kantor Perkim LH, kerangkeng botol plastik juga diletakkan di dekat Mushalla Balai Kota Pariaman agar ASN di sana turut terlibat.

“Setiap bulan ASN membawa botol plastik dari rumah mereka. Setelah terkumpul, sampah tersebut dijual ke pengepul, dan uangnya dipakai untuk membeli perlengkapan kebersihan seperti keranjang sampah atau sapu,” jelas Feri.

Tahun 2024 lalu, total botol plastik yang terkumpul mencapai 144 kilogram. Jika diuangkan, nilainya sekitar Rp576 ribu. Meski jumlahnya tidak besar, Feri menilai hal tersebut lebih pada nilai kesadaran dan manfaatnya untuk lingkungan.

Feri menekankan bahwa Sebotik bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi juga bagian dari edukasi untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. “Gerakan ini mengajarkan kita bahwa sampah bisa bermanfaat. Jika dikumpulkan dengan baik, hasilnya dapat dipakai untuk mendukung program lingkungan dan kebutuhan sosial,” ujarnya.

Ia juga berharap, ke depan masyarakat umum ikut berpartisipasi. Dengan begitu, kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dari timbunan plastik bisa tumbuh lebih luas. “Jika gerakan ini berjalan bersama, Kota Pariaman akan lebih bersih. Kita bisa mengurangi sampah sejak dari rumah, dan keindahan serta kenyamanan kota tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version