Siap Hadapi Tantangan Mentawai ke Depan, Rijel Ungkap Strategi Jitunya
Mentawai, AyoSumbar.id – Tantangan Mentawai di masa mendatang bukanlah hal yang ringan. Setelah 25 tahun menjadi daerah otonom, tingkat kemiskinan di Kepulauan Mentawai masih tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Sumatera Barat.
“Selama 25 tahun Mentawai berdiri sebagai daerah otonom, dua bupati telah memimpin dan berjuang untuk kemajuan Mentawai sesuai kemampuan mereka. Hasil dari upaya mereka sudah kita rasakan,” ujar Rijel Samaloisa, Calon Bupati Kepulauan Mentawai nomor urut 1, saat orasi kampanye akbar di lapangan sepak bola Desa Sipora Jaya, pada Sabtu (16/11/2024).
Rijel menekankan bahwa memimpin Mentawai dalam lima tahun ke depan akan menjadi tanggung jawab yang besar. “Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Mentawai yang hanya mencapai 63 persen, masih menempati peringkat terendah di Sumatera Barat,” katanya.
Faktor-faktor seperti kesehatan dan pendidikan yang masih tertinggal menjadi penyebab utama. Sebagai solusi, pasangan Rijel Samaloisa-Yosep Sarogdok mengusung visi “Mentawai Simaeruk” yang mengedepankan kemajuan, kesejahteraan, dan martabat.
“Kami berkomitmen meningkatkan infrastruktur jalan dan jembatan yang saat ini masih sangat minim. Pembangunan jalan akan diiringi dengan perbaikan penerangan listrik,” tambah Rijel.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan. “Kami ingin memastikan pendidikan S1, S2, dan S3 gratis bagi masyarakat. Mentawai harus memiliki universitas sendiri dengan tenaga pengajar dari putra-putri daerah,” ungkapnya.
Rijel menjelaskan bahwa jika terpilih, target utamanya dalam dua tahun pertama adalah membuka lahan persawahan, yang selaras dengan program pemerintah pusat.
“Kami ingin agar setidaknya 50 persen dari target persawahan pemerintah pusat bisa diterapkan di Mentawai. Selain itu, kami bercita-cita agar Mentawai dapat memproduksi minyak goreng sendiri dan menjalin kerja sama dengan Indofood untuk memproduksi tepung pisang,” tutupnya. (*)
- Ikuti update berita kami di Google Berita atau Facebook.
