AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
18,676 view

SKB Hiburan Malam Dipertegas JKA dalam Kajian Spesial IKADI

Ilustrasi yang menjelaskan tren terbaru terkait SKB hiburan malam,IKADI.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, memberikan sambutan dalam Kajian Spesial Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Padang Pariaman, Minggu (25/5/2025). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – SKB hiburan malam kembali ditegaskan oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), dalam momentum Kajian Spesial yang digelar Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Padang Pariaman, Minggu (25/5/2025).

Acara yang mengangkat tema “Menyambut Idul Adha dengan Semangat dan Jiwa Berkurban” tersebut berlangsung khidmat di Masjid Al Huda, Padang Manih, Nagari Campago, Kecamatan V Koto.

JKA tidak hanya berbicara tentang nilai-nilai pengorbanan dalam konteks Idul Adha, tetapi juga menyinggung secara serius perihal peraturan pembatasan hiburan malam yang telah dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB).

Menurutnya, penegakan SKB hiburan malam bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bagian integral dari upaya menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan bebas.

“Ini bukan soal suka atau tidak suka pada hiburan, tapi soal menjaga moralitas sosial. Kalau kita tidak bertindak sekarang, kita akan kehilangan arah ke depan,” ujar JKA penuh penekanan.

Ia juga mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, hingga bundo kanduang, agar ikut menjadi garda terdepan dalam menjaga norma dan etika di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemerintah tidak akan mampu menegakkan nilai-nilai tersebut tanpa dukungan komunitas adat dan agama.

“Kolaborasi itu kunci. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kita perlu energi kolektif untuk membangun karakter daerah ini menjadi religius dan berbudaya,” ungkapnya.

Tak hanya menyoal penegakan aturan, JKA juga menyoroti pentingnya pendekatan dakwah yang mengayomi. Ia menekankan agar para dai lebih mengedepankan pendekatan yang lembut, penuh kasih, dan merangkul semua kalangan.

“Dakwah yang menyejukkan akan lebih menyentuh hati. Jangan sampai dakwah justru menimbulkan jarak antara masyarakat dan agama itu sendiri,” pesannya.

Sementara itu, Ketua IKADI Padang Pariaman, Masril Umar, MA, dalam laporannya menyampaikan bahwa IKADI sejak awal berdiri tahun 2009 telah mengusung semangat dakwah yang moderat, berlandaskan prinsip rahmatan lil ‘alamin.

Ia menyebut bahwa program-program yang dijalankan organisasi tersebut tak hanya terbatas pada pengajian dan kajian, namun juga mencakup kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah, terutama dalam isu-isu strategis seperti kenakalan remaja, dekadensi moral, hingga perilaku menyimpang lainnya. Dakwah itu harus menjawab kebutuhan zaman,” jelas Masril.

Kajian ini menjadi pengingat akan pentingnya peran dakwah yang adaptif terhadap dinamika sosial. Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, kolaborasi antara ulama, umara, dan masyarakat adat diharapkan mampu membentuk benteng pertahanan moral bagi generasi mendatang. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aprizal Noer
Putri Maharani
Penulis
Aprizal Noer
Editor
Exit mobile version