Solok Selatan Sediakan Program Hunian ASN, Rusunawa dan Perumahan Bersubsidi Jadi Prioritas
Solok Selatan,Ayosumbar.id — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memperkuat upaya penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang akan diperuntukkan bagi ASN di daerah tersebut.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup dan Perhubungan (PKPLH-Hub) Solok Selatan, Alvino Sendra, menjelaskan bahwa rusunawa direncanakan berdiri di kawasan Rumah Sakit Batang Sangir, Nagari Lubuak Malako. Pemerintah menargetkan pembangunan satu tower dengan kapasitas sekitar 50 hingga 100 unit hunian.
Menurut Alvino, fasilitas tersebut diprioritaskan untuk ASN yang bertugas di lingkungan Rumah Sakit Batang Sangir. Namun demikian, ASN dari instansi lain juga akan diberikan kesempatan untuk memanfaatkan hunian tersebut melalui sistem sewa.
“Rusunawa ini diharapkan menjadi solusi kebutuhan tempat tinggal yang nyaman dan terjangkau bagi ASN, terutama mereka yang bertugas jauh dari daerah asalnya,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah mengajukan permohonan dukungan pembangunan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman. Pemkab berharap proyek ini dapat mulai dikerjakan pada tahun 2027.
Selain memberikan kemudahan akses hunian bagi ASN, keberadaan rusunawa juga diproyeksikan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah melalui pengelolaan aset pemerintah.
Tidak hanya fokus pada pembangunan rusunawa, Bupati Solok Selatan Khairunas bersama jajaran terkait juga membahas rencana penyediaan rumah tapak bersubsidi bagi ASN dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Program tersebut dirancang memanfaatkan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola Tapera. Dengan dukungan lahan dari pemerintah, harga rumah diharapkan menjadi lebih terjangkau karena masyarakat tidak lagi dibebani biaya pembelian tanah.
Pemkab Solok Selatan menyiapkan kawasan eks-HGU Golden Arm sebagai lokasi pengembangan perumahan tersebut. Pemerintah bahkan berencana menyediakan dan menghibahkan lahan kepada pengembang agar biaya pembangunan dapat ditekan.
“Konsepnya, pemerintah menyediakan lahan sehingga harga rumah yang diterima masyarakat nantinya bisa lebih murah dan terjangkau,” terang Alvino.
Meski demikian, realisasi pembangunan rumah tapak masih membutuhkan proses yang cukup panjang karena status lahan eks-HGU tersebut saat ini masih menjadi aset negara yang harus melalui tahapan administrasi dan legalitas terlebih dahulu.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga mengusulkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk sekitar 900 unit rumah pada tahun mendatang. Usulan ini diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus memperluas akses terhadap hunian yang layak.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Solok Selatan dalam memperkuat sektor perumahan, baik bagi ASN maupun masyarakat, guna mendukung peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup warga di daerah. (adi)
