Syahrul Dt Lung Komitmen Perjuangkan Aspirasi Meski Anggaran Terbatas
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Syahrul Dt Lung, Anggota DPRD Padang Pariaman dari Fraksi Golkar, kembali turun ke lapangan menyapa konstituennya dalam agenda reses yang digelar di dua titik strategis, kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, ia secara terbuka mengakui keterbatasan realisasi aspirasi masyarakat akibat tekanan anggaran yang belum pulih sepenuhnya sejak pandemi.
Dalam dialog langsung bersama masyarakat, Syahrul Dt Lung tidak sekadar menyerap aspirasi, tetapi juga memberikan penjelasan jujur mengenai dinamika penganggaran daerah.
Menurutnya, sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020, banyak prioritas pembangunan yang harus digeser demi menangani krisis kesehatan dan pemulihan ekonomi. Imbasnya, banyak program aspiratif masyarakat yang sempat tertunda.
“Bukan karena kami mengabaikan suara masyarakat. Tapi, realitas fiskal membuat sebagian program harus ditahan. Banyak anggaran dialihkan untuk kebutuhan darurat dan bantuan sosial,” ujar Syahrul di hadapan warga.
Kegiatan reses kali ini menyasar dua kelompok wanita tani (KWT) yang dikenal aktif dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, yakni KWT Rupon Inspiratif di Bumi Kasai Permai dan KWT Sikumbang Jati di Nagari Kasang.
Di hadapan para perempuan tani tersebut, Syahrul Dt Lung menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti memperjuangkan aspirasi.
“Kita tidak bisa janji instan, tapi komitmen moral tetap saya pegang. Semua masukan dari ibu-ibu malam ini akan saya bawa ke rapat-rapat dewan. Saya akan dorong agar masuk ke prioritas APBD tahun mendatang,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah aspirasi yang belum terealisasi selama masa jabatannya 2019–2024.
Menurutnya, transparansi dalam menyampaikan kondisi anggaran justru penting untuk membangun kepercayaan publik dan menciptakan komunikasi yang sehat antara wakil rakyat dan warga.
“Kadang ekspektasi masyarakat tinggi, dan itu wajar. Tapi kami di legislatif juga berhadapan dengan realita yang tidak ideal. Pemerintah daerah dibebani banyak tanggung jawab, sementara ruang fiskal sempit. Ini fakta, bukan alasan,” tambahnya.
Berbagai aspirasi disampaikan masyarakat dalam reses tersebut, mulai dari kebutuhan alat pertanian, pelatihan keterampilan, hingga usulan perbaikan jalan usaha tani dan irigasi. Semua aspirasi dicatat oleh Syahrul Dt Lung dengan serius.
Ketua KWT Rupon Inspiratif, Suryani, menyambut baik kehadiran langsung anggota dewan ke tengah masyarakat. “Banyak yang hanya datang saat kampanye. Tapi Pak Syahrul hadir di luar masa pemilu, ini menunjukkan niat tulus. Kami sangat mengapresiasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KWT Sikumbang Jati, Rahmi, menekankan pentingnya tindak lanjut konkret. “Kami sudah beberapa kali menyampaikan permintaan pelatihan dan alat kerja. Harapan kami tentu saja, aspirasi ini tak berhenti di catatan saja,” ujarnya.
Dalam penutup pertemuan, Syahrul Dt Lung menyampaikan harapannya agar sinergi antara masyarakat dan DPRD terus terjaga. Ia meyakini bahwa kolaborasi dan komunikasi yang berkelanjutan menjadi kunci bagi pembangunan nagari yang inklusif dan merata.
“Kalau hari ini belum bisa, bukan berarti tidak bisa selamanya. Saya akan terus membawa suara masyarakat ke ruang sidang. Itu tugas saya, dan saya akan jalankan,” tutupnya. (*)
