AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
35,105 view

Taman Nasional Siberut: Menyimpan Keanekaragaman Hayati yang Menakjubkan

Gambar yang mengungkap sisi lain dari berita tentang Taman Nasional Siberut: Menjelajahi Keanekaragaman Hayati Mentawai.
Fasilitas penginapan yang tersedia di kawasan Taman Nasional Siberut. Saat promo, fasilitas ini harganya bisa mencapai Rp200 ribu per malam. (Foto: BTNSiberut)

Taman Nasional Siberut (TNS) telah diakui UNESCO sebagai Cagar Biosfer sejak 1981 melalui program Man and Biosphere (MAB). Namun, upaya pelestarian di Siberut dimulai pada 1976 melalui penetapan Suaka Margasatwa Teitei Batti seluas 6.500 ha.

PULAU Siberut terletak sekitar 155 km dari Kota Padang, dan terpisah oleh Selat Mentawai. Pulau ini permata alam yang menyimpan kekayaan hayati luar biasa. Pulau terbesar di gugusan Kepulauan Mentawai ini adalah Taman Nasional Siberut.

Tahun 1979, Taman Nasional Siberut diperluas menjadi 56.500 ha. Kemudian, diubah statusnya menjadi suaka alam. Tonggak penting terjadi pada 1993, dengan penetapan Taman Nasional Siberut seluas 190.500 ha, mencakup kawasan suaka alam, hutan lindung, hutan produksi terbatas, dan hutan produksi tetap.

Ragam Ekosistem Taman Nasional Siberut: Kaya, Unik, dan Relatif Alami

Taman Nasional Siberut memiliki tujuh tipe ekosistem yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologis:

  • Hutan Primer Dipterocarpaceae – Hutan kanopi tinggi dengan dominasi pohon Dipterocarpus, Shorea, dan Vatica.
  • Hutan Primer Campuran – Kaya spesies tanpa dominasi tertentu, termasuk famili Euphorbiaceae dan Fabaceae.
  • Hutan Regenerasi Bekas Tebangan – Menjadi lahan regeneratif alami setelah eksploitasi kayu.
  • Hutan Rawa Air Tawar – Dihuni flora khusus seperti Terminalia phellocarpa dan berbagai palem serta pandan.
  • Hutan Mangrove – Menyebar luas di Teluk Katurei, Saliguma, dan Cimpungan dengan 23 spesies tercatat.
  • Hutan Rawa Sagu – Habitat dua spesies sagu yang tumbuh cepat dan tinggi, Metroxylon sagu dan M. rumphii.
  • Hutan Pantai – Melindungi kawasan pesisir barat Siberut, dengan spesies khas pantai seperti Casuarina dan Pandanus.

Hasil pengukuran LIPI (1995) menunjukkan bahwa 76% pulau masih ditutupi hutan primer, menjadikan ekosistemnya relatif alami.

Flora: Surga Botani yang Belum Tergantikan

LIPI mencatat sekitar 846 spesies tanaman dari 390 genus dan 131 famili. Famili dominan termasuk Euphorbiaceae, Orchidaceae, dan Rubiaceae. Hutan-hutan ini menjadi sumber obat tradisional penting bagi masyarakat Mentawai.

  • Rotan: Terdapat 15 jenis dari tiga genera, dengan Calamus manan sebagai rotan bernilai ekonomis tinggi.
  • Anggrek: Sebanyak 25 jenis dari 13 marga ditemukan, termasuk anggrek epifit seperti Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan Putih), yang dikenal karena kecantikannya dan masa berbunga yang lama.

Fauna: Endemisme Tinggi, Harta Tak Tergantikan

Taman Nasional Siberut adalah satu dari sedikit wilayah di dunia yang memiliki empat spesies primata endemik:

  • Macaca pagensis (bokkoi),
  • Presbytis potenziani siberu (joja),
  • Hylobates klossii (bilou),
  • Nasalis concolor siberu (simakobu).

Selain itu, ada 4 jenis bajing endemik, 17 mamalia lain, dan 130 spesies burung—termasuk 4 spesies burung endemik.

Potensi Wisata Alam dan Budaya

TNS menawarkan pengalaman wisata yang memadukan alam liar dan budaya tradisional:

Avatar of Aprizal Noer
M Afif Azari
Penulis
Aprizal Noer
Editor
Exit mobile version