AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik

TSR 1 Sambangi Masjid Bersejarah PDRI, Bupati Paparkan Sumbangsih Dua Putra Daerah Membangun Solsel

TSR 1 menyerahkan bantuan pembangunan kepada pengurus Masjid MR Syafruddin Prawira Negara sebesar Rp30 juta, Rabu (25/2). Foto Ardi/TimAs
TSR 1 menyerahkan bantuan pembangunan kepada pengurus Masjid MR Syafruddin Prawira Negara sebesar Rp30 juta, Rabu (25/2). Foto Ardi/TimAs

Solok Selatan,Ayosumbar.id — Enam Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bergerak serentak menyapa masyarakat di berbagai masjid, Rabu (25/2/2026) malam. Tim 1 yang dipimpin langsung Bupati Solok Selatan, Khairunas, bersilaturahmi di Masjid PDRI MR Syafruddin Prawira Negara.

 

Rumah ibadah yang memiliki nilai historis karena dibangun oleh para pejuang Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

 

Bupati Solok Selatan Khairunas menyampaikan, kontribusi wakil rakyat asal Solok Selatan di tingkat provinsi dan pusat turut memperkuat pembangunan daerah ditengah terjadinya efisiensi anggaran.

 

Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, berhasil memperjuangkan alokasi APBN tahun 2026 sebesar Rp264 miliar atau sekitar 34 persen dari total APBD Solok Selatan. Angka ini katanya, cukup fantastis untuk mendorong lajunya pembangunan di berbagai sektor di Solok Selatan.

 

Selain itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Yogi Pratama, turut berkontribusi dengan dukungan anggaran Rp10 miliar untuk berbagai program pembangunan di daerah di tahun ini. Termasuk anggaran pencanangan sekolah gratis kerjasama Pemkab Solok Selatan dengan Provinsi Sumatera Barat, dari tingkat TK,SD, SMP dan SMA/SMK.

 

“Dua putra daerah Solok Selatan ini cukup besar sumbangsihnya untuk daerah dan masyarakat. Nilainya sebanding dengan 34 persen dari APBD Solsel,” ujar Bupati Khairunas dihadapan jemaah Masjid MR Syafruddin Prawira Negara.

 

Khairunas menyebut, Safari Ramadhan di Masjid PDRI MR Syafruddin Prawira Negara, bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus penguat komitmen bersama membangun Solok Selatan yang lebih maju dan sejahtera.

 

Dia juga menyampaikan perkembangan terkini terkait transfer dana pusat ke daerah. Dari total Rp192 miliar dana transfer yang sempat berkurang dan sebelumnya telah dialokasikan untuk pembangunan serta disetujui DPRD, kini pemerintah pusat merencanakan pengembalian sebesar Rp84 miliar.

 

“Sumatera Barat sedang menghadapi bencana alam. Alhamdulillah ada rencana pengembalian dana ke daerah. Jika sudah ditransfer, kekurangan anggaran pembangunan akan kita masukkan kembali,” terangnya.

 

Suasana hangat terasa ketika Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, atas sambutan dan hidangan berbuka puasa untuk rombongan TSR. Ia bahkan berseloroh menyampaikan pujian Sekda terhadap sajian yang dihidangkan.

 

“Beberapa kali Pak Sekda berbisik ke saya, enak pangek Pakih dan ikan bakar Iko pak Bupati,” tuturnya menirukan.

 

Kunjungan TSR 1 ini menjadi bagian dari agenda silaturahmi sekaligus penyampaian program prioritas pembangunan pada periode kedua kepemimpinan Khairunas. Pemkab Solok Selatan menyerahkan bantuan pembangunan masjid sebesar Rp30 juta lengkap dengan mukena dan kain sarung.

 

Bantuan tambahan juga mengalir dari Bank Nagari Cabang Lubuk Gadang sebesar Rp1 juta, serta dukungan dari Baznas Solok Selatan berupa bantuan biaya hidup Rp20 juta dan beasiswa pendidikan senilai Rp20.500.000.

 

Di sektor pendidikan, Bupati menegaskan komitmen sekolah gratis mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK. Program ini melengkapi kebijakan seragam sekolah gratis yang telah berjalan sebelumnya.

 

“Tidak ada lagi pungutan di sekolah, sebab sekolah gratis telah di canangkan kolaborasi Pemkab Solsel-Pemprov Sumbar melalui dana pokir Anggota DPRD Sumbar Yogi Pratama,” tegasnya.

 

Nah, jika sebelumnya hanya terdapat sekitar 30 rumah tahfidz, kini tercatat 432 rumah tahfidz aktif di Solok Selatan. Sebanyak 274 di antaranya merupakan binaan pemerintah daerah, sementara sisanya tumbuh dari inisiatif masyarakat dan perantau.

 

Di bidang kesehatan, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Solok Selatan telah mencapai 99,07 persen, dengan pembiayaan dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten. Pemerintah daerah memastikan layanan kesehatan gratis tersedia di rumah sakit dan puskesmas.

 

“Bahkan, warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan tetap bisa berobat gratis, syaratnya cukup dengan menunjukkan KTP Solok Selatan,” tuturnya.

 

Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, terutama di puskesmas dan rumah sakit, seraya berjanji melakukan pembenahan agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih optimal.

 

“Memang ada keluhan masyarakat terkait layanan kesehatan kurang maksimal. Itupun sebagai bahan evaluasi kita,” ucapnya. Turut hadir Sekdakab Syamsurizaldi, OPD, Anggota DPRD Solsel Syafril, dan Dodi Nofrial serta Kepala Bank Nagari Lubuk Gadang, Kepala BPJS Kesehatan,Kepala KP2KP, dan Ketua Baznas. (adi)

 

Avatar of Arditono
Arditono
Penulis
Exit mobile version