AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
8,477 view

Usul Plang Perlintasan Sebidang, Wako Pariaman: Keselamatan Warga Paling Utama

Analisis terbaru tentang Plang perlintasan sebidang dalam dunia berita.
Wako Pariaman, Yota Balad, saat menyampaikan usulan plang perlintasan sebidang dalam rapat Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang bersama DPR RI dan Kemenhub di Katapiang. (Foto: Diskominfo Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengusulkan pemasangan plang perlintasan sebidang kepada Dirjen Perkeretaapian dalam rapat Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang bersama Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Selasa (30/9/2025).

Yota menegaskan, pembangunan plang perlintasan sebidang di Kota Pariaman sangat penting. Ia menyebut keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama karena masih banyak titik perlintasan tanpa pengamanan otomatis.

“Keselamatan warga paling utama. Masih banyak perlintasan sebidang di Pariaman tanpa plang otomatis. Ini harus segera ditangani,” ujarnya.

Menurut Yota, sejarah perkeretaapian di Pariaman sudah panjang. Jalur tersebut aktif sejak 1905, berhenti beroperasi pada 1983, dan kembali berjalan pada 2014.

Selama masa nonaktif, banyak pembangunan terjadi di sepanjang jalur. Akibatnya, kecelakaan sering muncul karena ketiadaan plang perlintasan sebidang, terutama dialami pengunjung dari luar daerah.

“Kondisi ini memprihatinkan. Namun, kemampuan anggaran daerah terbatas. Karena itu, kami berharap pemerintah pusat menindaklanjuti usulan ini seiring meningkatnya frekuensi perjalanan kereta di jalur Padang–Pariaman,” jelasnya.

Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, mendukung penuh usulan Yota. Ia menilai pemasangan plang perlintasan sebidang sangat krusial untuk keselamatan pengguna jalan di wilayah Pariaman.

“Keselamatan warga prioritas utama. Saya akan memperjuangkan aspirasi ini di pusat,” tegas Zigo.

Ia menambahkan, kewenangan jalur dan perlintasan kereta berada di pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta PT Kereta Api Indonesia (Persero). Karena itu, kolaborasi DPR RI dan pemerintah daerah penting agar rencana pembangunan plang perlintasan sebidang bisa terealisasi.

“Kami akan tindaklanjuti dengan koordinasi Kemenhub, rapat kerja, serta rapat dengar pendapat. Fokusnya menekankan urgensi pembangunan plang pintu di titik rawan di Kota Pariaman,” tambahnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Amin Hudaya, melaporkan jumlah perlintasan sebidang di Indonesia mencapai 286 titik. Dari total itu, 61 titik sudah terdaftar dan dijaga, sementara 60 titik belum terdaftar dan tidak dijaga, sisanya belum tercatat.

“Sampai September 2025, tercatat 22 kecelakaan di perlintasan sebidang. PT KAI juga menyiapkan pembangunan skybridge di BIM. Kami berharap usulan pemerintah daerah segera terealisasi agar angka kecelakaan menurun,” katanya.

Rapat turut dihadiri Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang Hendrialdi, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani, Bupati Padang Pariaman, Jhon Kenedy Aziz, Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, serta Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version