Waspada Rabies di Padang Pariaman: 362 Kasus Gigitan Anjing, 357 Pasien
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Potensi rabies di Padang Pariaman perlu diwaspadai masyarakatnya. Terlebih baru-baru ini ada kejadian anjing liar yang menyerang warga secara membabi-buta. Tercatat 11 orang yang menjadi korbannya. Mulai dari anak-anak hingga warga lanjut usia (lansia)
Kejadian itu di Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam. Anjing liar yang menyerang secara mendadak, membuat was-was warga di korong itu pada Rabu-Kamis (20-21/8/2025). Untungnya, Kamis sore (21/8/2025), anjing liar itu berhasil ditembak warga.
“Selain menembak anjing liar itu, warga juga mengamankan sebanyak 4 ekor anjing lainnya yang juga diserang anjing liar tersebut. Ini untuk antisipasi potensi penyebaran rabies,” ujar Camat 2×11 Kayu Tanam, Junaidi Syah, Jumat (22/8/2025).
Katanya, akibat serangan anjing liar itu, sebanyak 11 orang warganya mengalami luka. “Seluruh korban sudah dibawa ke Puskesmas, sedangkan warga yang mengalami luka serius dirujuk ke RSUD Padang Pariaman,” ungkap Junaidi.
Sedangkan Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Padang Pariaman, Zulkhailisman, menjelaskan pihaknya langsung turun ke lapangan. Sebanyak 257 ekor anjing dan kucing milik warga divaksinasi mulai Jumat pagi hingga siang sebagai langkah pencegahan penyebaran rabies di Padang Pariaman.
“Vaksinasi dilakukan agar hewan peliharaan warga tidak tertular rabies yang bisa membahayakan keselamatan masyarakat,” ujar Zulkhailisman, Jumat (23/8).
Ia pun mengatakan bahwa Disnakeswan Padang Pariaman rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies seperti anjing, kucing, hingga kera. Program itu dilakukan baik berdasarkan permintaan nagari maupun melalui program resmi pemerintah.
“Beberapa waktu lalu kami juga melaksanakan vaksinasi di Kecamatan Lubuak Aluang. Kasus gigitan hewan penyebar rabies di Padang Pariaman masih cukup tinggi, rata-rata 300 kasus setiap tahun,” kata Zulkhailisman.
Namun, upaya eliminasi hewan liar menghadapi kendala aturan. Dinas tidak bisa serta-merta membasmi anjing liar tanpa prosedur tertentu, meski ancaman rabies masih nyata di tengah masyarakat.
Populasi Tinggi, Dibutuhkan Kesadaran Cegah Rabies di Padang Pariaman
Populasi anjing di Padang Pariaman tampak kembali mengalami lonjakan. Jika tahun 2021 hingga 2023 angkanya turun dari 18.484 ke 13.678 ekor, tahun 2024 populasi anjing di Padang Pariaman naik di angka 15.618 ekor.
Untuk itu, Disnakeswan Padang Pariaman mengimbau warga agar lebih waspada. Terutama bagi pemilik hewan peliharaan. Vaksinasi rutin dan kesadaran menjaga hewan dari paparan rabies menjadi langkah penting untuk mencegah tragedi serupa terulang.
“Pencegahan tidak bisa hanya dari pemerintah, tetapi juga harus ada partisipasi warga dengan membawa hewan peliharaannya untuk divaksin,” tegas Zulkhailisman.
Kasus Gigitan Anjing di Padang Pariaman
Berdasarkan data Disnakeswan Padang Pariaman, kasus gigitan anjing di Padang Pariaman dalam lima tahun terakhir fluktuatif. Namun, angkanya cendrung mengalami lonjakan.
- 2024: 362 kasus
- 2023: 418 kasus
- 2022: 317 kasus
- 2021: 77 kasus
- 2020: 136 kasus
Berdasarkan data 2024, kasus gigitan anjing di Padang Pariaman ini terjadi di seluruh kecamatannya. Tiga kasus terbanyak yaitu di Kecamatan Nan Sabaris (39 kasus), Sungai Garinggiang (36 kasus), dan Kecamatan Batang Anai 31 kasus.
Jumlah Pasien Gigitan Anjing di Padang Pariaman
Tingginya kasus gigitan anjing di Padang Pariaman juga menimbulkan jumlah korban yang tampak banyak. Angka pasiennya nyaris sama dengan jumlah kasus gigitan.
- 2024: 357 pasien
- 2023: 296 pasien
- 2022: 317 pasien
- 2021: 77 pasien
- 2020: 101 pasien
Hanya saja, jumlah pasien terbanyak bukan dari kecamatan dengan populasi anjing terbanyak. Misalnya di Kecamatan VII Koto, populasi anjing di sana hanya 375 ekor. Artinya populasi anjing di sana berada di urutan ketiga dari bawah.
Sedangkan kasus gigitan anjing di sana terbanyak keempat dari 17 kecamatan di Padang Pariaman. Jumlah 30 kasus dengan jumlah pasien mencapai 46 orang atau terbanyak dibandingkan kecamatan lain di Padang Pariaman. (*)
