AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,051 view

Willian Abib Ingatkan Bahaya Pemberitaan yang Melukai Korban

Visualisasi yang menunjukkan dampak langsung dari peristiwa Willian Abib.
Wilian Abib menyampaikan materi tentang peran pers dalam perlindungan perempuan dan anak di Nagari Durian Tinggi. (Foto: TimAS)

Padang, AyoSumbar.id – Redaktur Harian Pagi Padang Ekspres, Willian Abib, menegaskan pentingnya peran pers dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di tengah meningkatnya kasus kekerasan di Sumatera Barat. Pernyataan itu disampaikan dalam sosialisasi yang digelar di Nagari Durian Tinggi, Senin-Selasa (27–28/4/2026).

Pemerintah Nagari Durian Tinggi menginisiasi kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pada hari pertama, panitia menggelar tiga sesi, dengan sesi ketiga menghadirkan pers sebagai narasumber utama.

Dalam kegiatan tersebut, Willian Abib yang juga Wakil Manager Bidang Usaha Padang Ekspres, memaparkan materi bertajuk peran pers dalam perlindungan perempuan dan anak. Ia menegaskan, pemberitaan tidak hanya berfungsi menyampaikan fakta, tetapi juga dapat menjadi instrumen perlindungan atau justru memperburuk kondisi korban.

“Pers bukan hanya penyampai berita, tetapi juga penjaga nilai kemanusiaan. Dalam isu perempuan dan anak, satu berita bisa melindungi atau justru melukai,” ujar Willian Abib.

Ia menjelaskan, pers memiliki fungsi sebagai penyampai informasi, sarana edukasi, sekaligus kontrol sosial. Dalam konteks meningkatnya kekerasan, media memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik dan mendorong perubahan sosial.

Willian Abib menambahkan, peran strategis pers meliputi pengungkapan kasus, pengawasan kebijakan pemerintah, serta menyediakan ruang aman bagi korban untuk bersuara. Namun, ia menekankan seluruh proses tersebut harus berlandaskan prinsip etika jurnalistik yang ketat.

“Media tidak boleh mengungkap identitas korban, tidak menyudutkan korban, dan harus menggunakan bahasa yang sensitif agar pemberitaan tidak menambah trauma,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan isu global. Berdasarkan data yang ia sampaikan, satu dari tiga perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan, sehingga diperlukan perhatian serius dari seluruh pihak, termasuk media.

Lebih lanjut, Willian Abib menekankan pentingnya kolaborasi antara pers, pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk menciptakan perlindungan yang optimal. Ia juga menilai masyarakat memiliki peran penting dalam menyaring informasi serta tidak menyebarkan konten yang berpotensi merugikan korban.

Sementara itu, Wali Nagari Durian Tinggi, Hendra Gunawan, menyatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perlindungan perempuan dan anak. Ia berharap peserta semakin peduli terhadap isu tersebut.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menambah pengetahuan masyarakat. Kami berharap peserta lebih memahami dan peduli terhadap pentingnya perlindungan perempuan dan anak,” ujar Hendra Gunawan.

Ia juga mengapresiasi materi yang disampaikan narasumber karena dinilai memberikan wawasan baru, khususnya terkait peran media dalam mendorong perubahan sosial. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of TimAS
Aprizal Noer
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version