7.178 Anak di Padang Tidak Sekolah, Wawako Yakin Bisa Dinolkan
Padang, AyoSumbar.id – Persoalan anak tidak sekolah di Padang menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Padang. Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan komitmen pemerintah dalam rapat koordinasi dan evaluasi penanganan ATS di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Jumat (12/9/2025).
Maigus Nasir mengatakan pendidikan merupakan hak dasar anak yang wajib dipenuhi. Ia menargetkan tidak ada lagi anak usia sekolah yang tercecer dari pendidikan. Ia meminta seluruh pihak bergerak bersama untuk mewujudkan generasi emas di Kota Padang.
Ia mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat berkolaborasi menuntaskan persoalan tersebut. Ia meminta camat dan lurah aktif mendata anak tidak sekolah di setiap RT. Ia menekankan bahwa pendataan akurat akan memudahkan pemberian solusi.
“Semua pihak harus turun langsung ke lapangan. Kita bisa wujudkan target nol anak putus sekolah,” ujar Maigus dikutip Sabtu (13/9/2025).
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Nurfitri, menyebut jumlah anak tidak sekolah di Padang mencapai 7.178 anak per 11 September 2025. Ia mengatakan baru 36 persen anak yang didata lengkap, sementara 64 persen sisanya masih diproses.
Nurfitri memaparkan tiga faktor utama penyebab anak putus sekolah. Faktor pertama adalah lingkungan negatif yang memengaruhi anak untuk berhenti sekolah.
Faktor kedua adalah perlakuan keliru oknum guru yang menimbulkan trauma hingga anak drop out. Faktor ketiga adalah ekonomi keluarga, di mana 28 persen anak tidak sekolah terpaksa bekerja membantu orang tua.
Dinas Pendidikan menyiapkan dua strategi penanganan. Anak usia sekolah akan dikembalikan ke sekolah formal sesuai jenjang. Anak di luar usia sekolah akan diarahkan mengikuti pendidikan nonformal, seperti Paket A, B, dan C. (*)
