7 Proyek Perbaikan Bendungan di Padang Mulai Dikerjakan
“Secara teknis, pekerjaan ini kita lakukan dengan membuat bendung baru. Dampak bencana 2025 menyebabkan tiga bendung rusak di kawasan tersebut. Berdasarkan analisis teknis, kita buat bendung baru yang nantinya akan mengairi tiga daerah irigasi sekaligus,” katanya.
Rehabilitasi Bendung Paket 3 dikerjakan CV. Ghalfib dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari. Pekerjaan tersebut ditujukan untuk memperkuat kembali sistem pengairan di kawasan Lubuk Kilangan.
Pemulihan infrastruktur pengairan juga menyasar Bendung Batu Busuk-Sungkai 1 di Kecamatan Pauh. Pemko Padang melalui Dinas PUPR memulai rehabilitasi bendung tersebut pada Senin (10/8/2026).
CV. Ghalfib dipercaya sebagai kontraktor pelaksana dengan masa pengerjaan 135 hari kalender. Pekerjaan difokuskan pada pemulihan kondisi fisik dan fungsi bendung agar dapat kembali beroperasi secara optimal untuk mendukung kebutuhan pengairan masyarakat sekitar.
Malvi Hendri menyatakan seluruh proses percepatan pemulihan tetap dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku, mulai dari tahap perencanaan hingga pengadaan.
Pemerintah Kota Padang berharap pekerjaan sejumlah infrastruktur tersebut dapat berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Pemulihan bendungan, jaringan pengairan, dan drainase di berbagai lokasi diharapkan mengembalikan fungsi aliran air serta memperkuat infrastruktur pascabencana.
Dengan dimulainya perbaikan bendungan di Padang pada 10 Agustus 2026, Pemko Padang mulai merealisasikan tahapan fisik pemulihan pada sejumlah titik yang sebelumnya terdampak bencana. (*)
